Press "Enter" to skip to content

KAI Daop 7 Madiun Gaungkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Social Media Share

Petugas KAI Daop 7 Madiun saat menyampaikan edukasi keselamatan kepada pengguna jalan di perlintasan sebidang wilayah Magetan dan Ngawi. (Foto: Ist)

MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menggaungkan pentingnya keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api (KA) kepada masyarakat pengguna jalan. Sosialisasi kali ini dilaksanakan di tiga titik perlintasan sebidang resmi yang berada di wilayah Magetan dan Ngawi, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (16/9/2026) mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 7 Madiun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang, sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan atau temperan antara kereta api dengan pengguna jalan.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi yakni JPL 13 Dishub, KM 180+2/3 petak jalan Magetan–Geneng, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, yang merupakan perlintasan terjaga oleh Dishub Kabupaten Magetan. Kemudian JPL 14 Desa Banyem Kalang KM 180+6/7, Desa Keraswetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, yang merupakan perlintasan terjaga oleh Dishub Kabupaten Ngawi, serta JPL 15 KM 181+2/3 petak jalan Magetan–Geneng, Desa Keraswetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang merupakan langkah preventif yang terus dilakukan KAI secara konsisten. Menurut dia, keselamatan di perlintasan sebidang menjadi tanggung jawab bersama sehingga setiap pengguna jalan wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berhenti ketika sinyal atau palang pintu telah tertutup, serta memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum melintas.

“Kami terus mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pengguna jalan wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berhenti ketika sinyal atau palang pintu telah tertutup, serta memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum melintas,” ujar Tohari dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim sosialisasi menyampaikan edukasi mengenai tata cara berlalu lintas yang aman saat melintasi perlintasan sebidang. Selain memberikan penyampaian secara langsung kepada pengguna jalan, petugas juga membentangkan banner imbauan keselamatan serta membagikan stiker edukasi kepada masyarakat.

KAI Daop 7 Madiun melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut, di antaranya jajaran Humas, Deputy Pam Obvit, Aset dan Opka, jajaran Tim PAM serta Kepala Resor Jalan Rel Daop 7 Madiun. Kegiatan juga berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi dan BTP 1 Surabaya Satpel Madiun.

Tohari mengatakan edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti di lokasi sosialisasi, tetapi dapat diteruskan masyarakat kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami aturan dan disiplin di perlintasan, peluang terciptanya perjalanan kereta api yang selamat, aman dan lancar juga semakin besar.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pesan keselamatan tidak hanya berhenti di lokasi sosialisasi, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Semakin banyak masyarakat yang memahami aturan dan disiplin di perlintasan, semakin besar pula peluang terciptanya perjalanan kereta api yang selamat, aman dan lancar,” tambah Tohari.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan keselamatan, KAI Daop 7 Madiun secara konsisten melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat. Terhitung sejak Januari 2026 hingga 16 September 2026, KAI Daop 7 Madiun telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang sebanyak 117 kali serta sosialisasi keselamatan di lingkungan sekolah sebanyak 32 kegiatan.

KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang dengan menerapkan prinsip Berteman, yakni Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Berjalan.

“Jangan pernah menerobos palang pintu, jangan bermain ponsel saat melintas, dan jangan memaksakan diri ketika kereta api sudah terlihat atau terdengar. Ingat, kereta api tidak dapat berhenti mendadak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tutup Tohari. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *