Press "Enter" to skip to content

Pindapata Gema Waisak 2025 Berlangsung Lancar Di Tengah Suasana, Cuaca Bersahabat

Social Media Share

Gema Waisak Pindapata Nasional dihadiri Menteri Agama (Menag) Nasaruddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dirjen Bimas Buddha Supriadi, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Anggota DPR/DPRD dan para tokoh lintas agama.(Ist)

 

JAKARTA, NP – Pindapata Gema Waisak di Kemayoran, tepatnya di ruas jalan Benyamin Sueb berjalan lancar di tengah suasana, cuaca bersahabat dan kebersamaan umat Buddha dengan umat Islam terutama marching band para santri Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Ondel-Ondel Betawi, Gamang Kromong dan Pencak Silat (Dinas Kebudayaan DKI Jakarta), Barongsai (Boen Tek Bio dan Vihara Budi Mulia). Cuaca bersahabat seketika matahari terbit di ufuk timur, walaupun hujan deras pada Sabtu sore (3/5/2025) dan beberapa ruas jalan terendam banjir sampai satu meter. Dalam keadaan menyenangkan, baik suasana maupun cuaca, seperti jaminan untuk melakukan aktivitas pindapata dengan nyaman.

Pindapata yang berlangsung sekitar jam 06.30 – 10.00, setelah sekitar 52 bhikkhu Sangha Theravada Indonesia (STI) mengitari rute dua bundaran (roundabout), yakni Indogrosir MGK dan JIExpo, membawa mangkuk khusus (patta) untuk menerima persembahan makanan.

Selain itu, ada juga kegiatan pelepasan satwa, donor darah, baksos untuk memeriahkan Gema Waisak yang rutin berlangsung sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Kegiatan Pindapata Gema Waisak biasanya juga dibarengi dengan spontanitas dan inisiatif individu atau perusahaan untuk menyukseskan acara. Salah satunya, yaitu tim bakti social (baksos) Rumah Sakit Satya Negara (RSSN) Sunter yang ikut berpartisipasi.

Tim baksos RSSN tampak standby di tengah kegiatan Pindapata Gema Waisak di ruas jalan Benyamin Sueb Kemayoran.(Ist)

“Ambulance dan petugas medis termasuk perawat standby di tengah aktivitas Pindapata. Takutnya, kalau ada peserta yang kelelahan, dan pingsan. Biasanya, pertolongan pertama, (yang pingsan) dibawa ke UGD rumah sakit terdekat dengan ambulans,” ujar pendiri RSSN Judi Djohari (Djiauw Joe An) kepada Redaksi di lokasi acara, Sabtu (3/5/2025).

Diketahui Tim baksos RSSN sudah beberapa kali standby di beberapa kegiatan sosial keagamaan. SOP dari setiap tim medis di lapangan, terutama pertolongan pertama pada orang pingsan, keberadaan ambulans sangat membantu. Pengalaman sebelumnya, kalau skala kegiatannya relative besar, seperti Pindapata, ada dua tim baksos. RSSN dibantu Rumah Sakit Mutiara Bunda (Mutbun) dari Cilegon, yang kebetulan management nya di bawah Judi Djohari.

“Waktu bencana tsunami di Carita, Tanjung Lesung (Pandeglang), banyak korbannya. Tim medis (dokter) kami dan RS Mutbun di Cilegon, sampai masuk-masuk ke kampong. Baksos selama satu minggu, tim medis juga bawa obat dan makanan, selimut dan lain sebagainnya,”kata Judi Djohari.

Gema Waisak Pindapata Nasional juga dihadiri Menteri Agama (Menag) Nasaruddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dirjen Bimas Buddha Supriadi, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Anggota DPR/DPRD dan para tokoh lintas agama. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin mengapresiasi semangat kebersamaan dan toleransi yang tercermin dalam kegiatan umat Buddha ini. Ia menyebut Pindapata sebagai simbol kerendahan hati, kesederhanaan, dan penguatan hubungan antara umat dan para bhikkhu.

“Peringatan Waisak bukan hanya milik umat Buddha, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya kedamaian, kasih sayang, dan kebijaksanaan,” ujar Menag.(Liu)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *