Press "Enter" to skip to content

PGI Serukan Solidaritas Nasional bagi Korban Banjir Bandang di Aceh, Sumbar, dan Sumut

Social Media Share

Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP — Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, menyampaikan duka mendalam dan solidaritas bagi seluruh warga yang terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Bencana ini telah menimbulkan korban jiwa, menghancurkan rumah dan sarana publik, menghadirkan kehilangan mendalam, serta menyisakan trauma bagi banyak keluarga,” ujar Pendeta Jacky Manuputty dalam pernyataan resmi, Jumat (28/11/2025).

Ia berharap Allah Trinitas menjadi sumber penghiburan bagi mereka yang kehilangan, berduka, dan terluka. Manuputty menegaskan, sebagai tubuh Kristus, gereja dipanggil hadir membawa harapan, penguatan, dan pertolongan nyata.

PGI mengajak seluruh gereja di Indonesia untuk:

  1. Mendoakan keluarga korban, para penyintas, tenaga medis, relawan, tim tanggap darurat, serta semua pihak yang bekerja dalam penanganan dan pemulihan.
  2. Menggerakkan aksi diakonia, termasuk penggalangan bantuan, dukungan kesehatan, logistik, serta pendampingan psikososial bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.
  3. Mengoptimalkan aset gereja sebagai ruang penampungan sementara, posko bantuan, atau tempat pemulihan jika dibutuhkan.

Selain itu, PGI menyampaikan keprihatinan serius atas kerusakan lingkungan yang memperparah dampak bencana, seperti pembalakan liar, alih fungsi hutan lindung, pertambangan tidak terkendali, serta pengabaian terhadap keadilan ekologis. Manuputty menyebut banyak bencana merupakan “jeritan bumi” yang rusak oleh ulah manusia.

PGI mengecam berbagai tindakan perusakan lingkungan dan mendesak pemerintah menegakkan hukum secara tegas, melakukan audit lingkungan, serta memulihkan kawasan hulu yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Gereja-gereja juga diimbau menghayati mandat Allah untuk mengusahakan dan memelihara bumi sebagai bagian dari kesaksian iman.

“Dalam situasi sulit ini, kita tetap berpengharapan kepada Tuhan, sebab ‘Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti’ (Mazmur 46:1–2),” ujarnya.

PGI akhirnya mengajak seluruh umat untuk berdiri bersama para korban melalui doa, tindakan belas kasih, dan komitmen memperjuangkan keadilan ekologis bagi seluruh ciptaan. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *