Press "Enter" to skip to content

Pelayanan KB melalui Rumah Sakit Kapal Jangkau Wilayah Khusus Donggala

Social Media Share

Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyaksikan langsung pelayanan kesehatan dan KB melalui Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2026).(Foto: Ist)

DONGGALA, NP – Kondisi geografis sejumlah wilayah di Indonesia menjadi tantangan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk pelayanan keluarga berencana (KB). Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan pelayanan KB melalui Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2026).

Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan, pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat di wilayah khusus. “Ini merupakan salah satu cara untuk mengintensifikasikan pelayanan KB di wilayah-wilayah khusus, karena kita tahu bahwa Indonesia ini kan tentu saja sangat luas, beragam secara geografis, dan ada tempat-tempat yang memang perlu dilakukan upaya seperti yang dilakukan di Donggala ini,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (29/9/2026).

Pelayanan KB di Rumah Sakit Kapal tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia dan menjadi bagian dari rangkaian pelayanan KB yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN secara serentak pada 7 September hingga 7 Oktober 2026. Pelayanan ini diarahkan untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam penggunaan kontrasepsi modern sekaligus menurunkan angka kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmet need), khususnya di wilayah prioritas.

Terwujudnya pelayanan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN dengan lintas sektor di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Donggala untuk memastikan pelayanan KB dapat menjangkau masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses. “Ini salah satu prinsip dari Sustainable Development Goal, no one left behind, tidak ada yang tertinggal dalam pelayanan Keluarga Berencana,” ujar Wamen Isyana.

Upaya menjangkau masyarakat di wilayah khusus melalui kolaborasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Ia mengatakan, “Saya mengapresiasi pendekatan terpadu ini karena kesehatan keluarga membutuhkan perhatian menyeluruh.” Menurutnya, upaya meningkatkan kesehatan keluarga membutuhkan pelayanan yang terintegrasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Kehadiran pelayanan KB melalui Rumah Sakit Kapal diharapkan menjadi bagian dari penguatan akses layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis. Kemendukbangga/BKKBN bersama pemerintah daerah dan lintas sektor akan terus memperkuat kolaborasi agar pelayanan KB tidak berhenti pada ketersediaan layanan, tetapi benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *