Gubernur Pramono Anung dan Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam perayaan Natal 2025 yang sarat pesan persatuan dan keluarga.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Ribuan warga Jakarta, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota DPRD, direksi BUMD, hingga masyarakat umum, merayakan Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Acara bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan sub-tema “Keluarga yang Menjadi Teladan Persatuan” menampilkan ragam kostum dan tarian khas Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur, menegaskan perayaan ini mencerminkan Jakarta sebagai miniatur Indonesia.
“Di kota ini semua identitas bertemu, perbedaan bersinggungan, dan kerukunan menjadi keniscayaan sejarah,”ujar Menag dikutip laman resmi Kemenag, Sabtu (10/1/2026).
Gubernur Pramono Anung menyampaikan kebanggaannya atas suasana Natal yang berlangsung penuh persatuan dan gotong royong. Ia menyoroti keberhasilan Christmas Carol Colossal dan Jakarta Light Festival sebagai ikon sukacita warga menyambut 2026.
“Keluarga adalah inti pembangunan bangsa. Di tengah hiruk-pikuk kota yang beragam, keluargalah yang membentuk karakter kita,” ujar Pramono.
Senada, Menag Nasaruddin Umar menekankan keluarga sebagai madrasah pertama dan fondasi kehidupan berbangsa. Ia mengajak umat menjadikan Natal momen refleksi dan memperkuat nilai keluarga.
“Di tengah dunia yang penuh kebencian, Tuhan tidak pernah jauh dari manusia. Sukacita Natal membuat kita lebih peka, peduli, dan berani merangkul mereka yang terpinggirkan,” kata Menag.
Menag memaparkan capaian strategis kerukunan di Indonesia. Tahun 2025 mencatatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tertinggi sejak kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya program penguatan kerukunan, rumah ibadah inklusif, dan pembinaan keluarga berbasis nilai agama.
Dalam pesan kebangsaannya, Menag menegaskan: “Negara hadir bukan untuk mencampuradukkan iman, tapi menjaga ruang damai agar cinta bisa tumbuh di tengah manusia. Toleransi mengajarkan kita tetap hidup rukun dan damai berdampingan.”
Perayaan malam itu juga diwarnai aksi sosial. Gubernur dan Menag menyerahkan Tali Kasih Natal senilai Rp25 juta masing-masing kepada lima yayasan sosial:
- Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Jakarta Pusat
- Yayasan Tangan Pengharapan, Jakarta Utara
- Yayasan Stefanie Cahaya Kasih, Jakarta Barat
- Panti Asuhan Pondok Siboncel, Jakarta Selatan
- Panti Asuhan Guna Nanda, Jakarta Timur
Selain itu, bantuan bagi korban bencana di Sumatra disalurkan melalui BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta sebesar Rp318 juta.
Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa Jakarta terus memupuk kebhinekaan, menjadikannya kota ramah bagi semua warganya. Sinergi Pemprov DKI dan Kemenag diharapkan tetap menjadi pilar kokoh dalam menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat urban yang kompleks. (red)







Be First to Comment