Press "Enter" to skip to content

Jasa Marga Dorong Green Toll Road Jagorawi, Perkuat Penghijauan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Social Media Share

JMT menggelar sejumlah program lingkungan sepanjang Januari–Juli 2026. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penerapan prinsip keberlanjutan. (Foto: Ist)

BOGOR, NP – Jasa Marga memperkuat konsep Green Toll Road di Ruas Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi) dengan mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, penghijauan, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan jalan tol yang tidak hanya mengutamakan kelancaran dan keselamatan pengguna, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) menjalankan sejumlah program lingkungan sepanjang Januari-Juli 2026. Program tersebut meliputi penanaman 125 pohon mahoni di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pembangunan fasilitas pemilahan sampah di RW 08 Dusun Kebon Kopi, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, serta dukungan peralatan pengelolaan sampah bagi Yayasan Bata Foundation.

“Implementasi Green Toll Road tidak berhenti pada pengelolaan jalan tol yang berkelanjutan, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan masyarakat. Melalui Program TJSL ini, Jasa Marga ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Senior Manager Representative Office 1 JMT Alvin A. Singarimbun dalam keterangan pers, Kamis (6/8/2026).

Menurut Alvin, keberhasilan pengelolaan lingkungan di sekitar jalan tol membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat, kata dia, memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung aspek keselamatan di kawasan jalan tol.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang maupun membakar sampah di sekitar jalan tol serta mengawasi anak-anak agar tidak memasuki area jalan tol. Keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sejak beroperasi pada 1978 sebagai jalan tol pertama di Indonesia, Ruas Tol Jagorawi telah berkembang tidak hanya sebagai jalur konektivitas Jakarta, Depok, Bogor, hingga Ciawi, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi pengelolaan infrastruktur yang mengedepankan keberlanjutan.

Dengan volume lalu lintas rata-rata mencapai 419.931 kendaraan per hari pada 2025, tantangan pengelolaan lingkungan di kawasan jalan tol semakin besar. Karena itu, Jasa Marga terus memperkuat berbagai langkah, mulai dari penataan lanskap hijau, beautifikasi kawasan tol, pemeliharaan infrastruktur, hingga inovasi pengolahan sampah.

Camat Citeureup Maman Nurpadilah menilai program TJSL Jasa Marga menjadi contoh kolaborasi nyata antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Pembangunan lingkungan yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan gotong royong seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Maman.

Salah satu inovasi lingkungan yang diterapkan JMT adalah pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 10 Ruas Tol Jagorawi. Teknologi tersebut membantu mengurangi timbunan sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat.

Selain itu, fasilitas pemilahan sampah yang dibangun di Desa Puspasari dilengkapi berbagai sarana pendukung, mulai dari konstruksi baja ringan, atap spandek, drum komposter, ember tumpuk, hingga papan nama fasilitas. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

Jasamarga Metropolitan Tollroad menegaskan akan terus memperluas penerapan prinsip keberlanjutan di wilayah operasionalnya. Upaya penghijauan dan pengelolaan lingkungan tersebut turut mendukung berbagai capaian, termasuk penghargaan Juara I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Melalui penguatan Program TJSL dan inovasi lingkungan, Jasa Marga menargetkan Ruas Tol Jagorawi tidak hanya menjadi infrastruktur transportasi utama, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem jalan tol yang ramah lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *