Pagelaran Wayang Cakruk membantu meningkatkan kesadaran peternak terhadap penyakit mulut dan kuku.(Foto: Ist)
GUNUNGKIDUL, NP — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memanfaatkan budaya lokal untuk meningkatkan kewaspadaan peternak terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK). Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, menggelar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) PMK melalui pagelaran Wayang Kulit Cakruk di Tileng, Girisubo, Jumat (28/11/2025).
Pertunjukan ini menjadi media edukasi bagi peternak mengenai gejala PMK seperti demam, luka di mulut dan kuku, serta air liur berlebihan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menekankan komitmen pemerintah untuk melindungi ternak dan peternak, termasuk melalui vaksinasi dan respon cepat pelaporan kasus.
Nur Saptahidhayat, Kepala Balai Besar Veteriner Wates, menekankan pentingnya vaksinasi dan biosekuriti, termasuk disinfeksi kandang dan pembatasan lalu lintas hewan. Sementara Prof Ali Agus, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, menilai pendekatan budaya seperti Wayang Cakruk efektif membangun kesadaran peternak.
Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, menambahkan bahwa PMK berdampak pada kesehatan hewan dan ekonomi peternak, sehingga percepatan vaksinasi menjadi langkah utama pengendalian penyakit.
Pagelaran Wayang Cakruk mendapat sambutan positif masyarakat. Selain hiburan, pertunjukan ini mempermudah pemahaman pesan kesehatan hewan. Pemerintah berharap metode serupa dapat meningkatkan cakupan vaksinasi PMK di Gunungkidul dan wilayah lain. (red)







Be First to Comment