Press "Enter" to skip to content

BNPB Minta Cilacap Bersiap Transisi dari Darurat ke Pemulihan Pascabencana Longsor

Social Media Share

Kepala BNPB Suharyanto berdialog dengan warga terdampak longsor di Desa Cibeunying, Cilacap, memastikan bantuan dan hunian baru berjalan tepat sasaran.(Foto: BNPB)

CILACAP, NP – Kepala BNPB Suharyanto tiba di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Senin (17/11), memimpin rapat koordinasi dengan Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, pejabat BNPB, Basarnas, TNI, dan jajaran Forkopimda setempat.

Suharyanto menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada tanggap darurat, tetapi juga mulai mempersiapkan masa transisi ke pemulihan. “Perhatian serius diperlukan karena 269 kepala keluarga terdampak, baik kehilangan tempat tinggal akibat longsor maupun tinggal di zona risiko tinggi,” ujar Suharyanto.

Berdasarkan analisis Badan Geologi, lokasi terdampak masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan. Lahan relokasi bagi warga sudah tersedia sekitar 2,5 kilometer dari lokasi terdampak, namun harus disurvei untuk memastikan keamanan. BNPB siap membangun hunian sementara (huntara) yang nantinya dapat dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap).

Operasi SAR Masih Berlanjut

Operasi pencarian korban longsor memasuki hari kelima pada Senin (17/11), dengan tiga jenazah ditemukan di sektor A2. Tujuh korban masih dalam pencarian, yang akan dilanjutkan Selasa (18/11) menggunakan lima metode, termasuk penerbangan drone, anjing pelacak, alat berat, ekstrikasi manual dan modern, serta alkon.

Suharyanto mengapresiasi koordinasi yang baik antarinstansi. “Kerja sama ini bukan soal keberuntungan, tetapi perencanaan yang matang. Tujuh korban harus ditemukan semua,” tegasnya. BNPB juga menambah armada Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung percepatan pencarian.

Pemenuhan Bantuan Dasar dan Relokasi

Suharyanto meninjau Balai Desa Cibeunying, tempat 65 jiwa mengungsi, dan berdialog langsung dengan warga terdampak. BNPB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk sembako, paket kebersihan, matras, selimut, dan pakaian. Kepala BNPB juga menegaskan pembangunan hunian baru bagi warga di zona rawan longsor akan segera dilakukan.

“Seenak-enaknya tinggal di pengungsian, pasti lebih nyaman tinggal di rumah sendiri. Kami akan pastikan lokasi relokasi aman,” kata Suharyanto.

Suharyanto menutup kunjungan dengan mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyatukan kekuatan secara terpadu demi kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *