Wamen Bima Arya dorong kepala daerah sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 melalui inovasi hijau dan perencanaan APBD yang akuntabel.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya sinkronisasi komitmen global, nasional, dan lokal dalam menghadapi krisis iklim. Fenomena Global Boiling menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar target emisi gas rumah kaca nol bersih (Net Zero Emission) bisa tercapai.
“Tantangan kita adalah menyambungkan komitmen global, nasional, dan lokal. That is our major challenge,” ujar Bima saat acara Diseminasi Penelitian di Gedung Pakarti Center, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Bima menyoroti dilema politik di daerah, di mana kepala daerah harus menyeimbangkan popularitas dan pertumbuhan ekonomi dengan pemenuhan target lingkungan yang teknis dan jangka panjang. Hambatan nyata lainnya, menurutnya, adalah transisi transportasi publik ke kendaraan listrik serta ketergantungan ekonomi pada industri emisi tinggi.
Untuk itu, Kemendagri memastikan instrumen penganggaran dan perencanaan pembangunan daerah tetap akuntabel dan selaras dengan kebijakan nasional. “Kami memastikan perencanaan penganggaran di daerah senapas dengan global commitment dan national commitment. Ada juklak, juknis, bahkan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 sebagai dasar kepala daerah mendorong investasi hijau,” jelas Bima.
Ia menekankan APBD tidak boleh sekadar formalitas. Penerapan konsep co-creation yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk generasi muda, menjadi kunci merumuskan strategi dan memperkuat pengawasan anggaran.
Bima berharap inovasi berbasis ekologi yang dilakukan beberapa daerah bisa menjadi pemantik bagi daerah lain, sehingga lebih banyak pemimpin lokal inspiratif muncul untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060.(red)







Be First to Comment