Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Melakukan Pemantauan Harga Dan Pasokan Bahan Kebutuhan Pokok Di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (6/3).(Foto: Ist)
TANGERANG SELATAN, NP – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/3/2026). Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi dan harga relatif stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan langsung di berbagai pasar untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Menjelang HBKN, pemerintah intensif meninjau pasokan dan harga di lapangan. Pasokan pada masa Ramadan dan menjelang Idulfitri relatif aman di Pasar Ciputat,” ujar Roro.
Ia menjelaskan, sebagian besar pasokan bahan pokok di Pasar Ciputat didatangkan dari Pasar Induk Kramat Jati. Sementara untuk komoditas minyak goreng rakyat MINYAKITA, distribusinya dipasok secara rutin oleh BULOG setiap minggu.
Berdasarkan pantauan di Pasar Ciputat per Kamis (5/3), harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram dan MINYAKITA Rp15.700 per liter. Kedua komoditas tersebut masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejumlah komoditas lain juga terpantau relatif stabil. Harga bawang putih honan tercatat Rp35.000 per kilogram atau masih di bawah Harga Acuan Rp38.000 per kilogram. Sementara daging sapi berada di angka Rp140.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, keduanya sesuai dengan harga acuan pemerintah.
Namun demikian, beberapa komoditas masih berada di atas harga acuan. Di antaranya gula pasir kemasan yang mencapai Rp19.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp33.000 per kilogram. Harga bawang merah juga tercatat Rp45.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, harga cabai merah keriting tercatat Rp40.000 per kilogram dan cabai merah besar Rp50.000 per kilogram atau masih di bawah HET Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah masih cukup tinggi yakni Rp100.000 per kilogram.
Roro menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui pemantauan rutin yang dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.
“Melalui SP2KP, Kemendag menyediakan data harga bapok yang diperbarui setiap hari dari laporan kontributor di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peringatan dini jika terjadi tren kenaikan harga, sekaligus menjadi dasar penentuan kebijakan intervensi pemerintah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamendag turut didampingi Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra, serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan Bachtiyar Priyambodo.
Selain meninjau harga, rombongan juga berdialog dengan para pedagang di Pasar Ciputat. Salah satu pedagang, Mimin, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah masih mengalami kenaikan sejak bulan lalu.
“Saya berharap pemerintah terus berupaya mengendalikan harga dan menjaga pasokan,” ujar Mimin.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan sendiri rutin menggelar bazar atau pasar murah Ramadan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.(Red)







Be First to Comment