Press "Enter" to skip to content

Perdagangan di Pidie Kembali Normal Pascabanjir, Harga Bapok Stabil

Social Media Share

Menteri Perdagangan Budi Santoso berdialog dengan para pedagang saat meninjau Pasar Pante Teungoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Senin (23/2/2026). (Foto: Ist)

PIDIE, NP – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan aktivitas perdagangan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh telah berjalan normal pascabanjir pada November 2025 lalu. Pasar rakyat kembali beroperasi penuh, pasokan ritel terjaga, dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) terpantau stabil.

Penegasan itu disampaikan Mendag—yang akrab disapa Busan—usai meninjau Pasar Pante Teungoh, Senin (23/2/2026). Selain pasar rakyat, ia juga mengunjungi sejumlah ritel, yakni Toko Telur Mas, Toko UD Amir, dan Toko Maya Baru.

“Kami ke Kabupaten Pidie untuk memastikan pemulihan sarana perdagangan pascabanjir dan aktivitas ekonomi dan perdagangan berjalan baik. Kami cek harga bapok, sudah stabil. Kelihatan ekonominya sudah mulai bergerak dan harga-harga terkendali,” ujar Mendag Busan dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Zona 2, yakni beras medium Rp14.000/kg, beras premium Rp15.000/kg, dan beras SPHP Rp12.600/kg. Sejumlah komoditas juga tercatat di bawah Harga Acuan (HA), antara lain daging ayam ras Rp30.000/kg, telur ayam ras Rp28.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih honan Rp35.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000/kg, serta cabai rawit merah Rp50.000/kg.

Sementara itu, MINYAKITA dijual sesuai HET Rp15.700/liter. “MINYAKITA cukup banyak, harganya sesuai HET karena pasokan dari Bulog lancar ke beberapa pedagang di pasar,” kata Mendag Busan.

Adapun harga komoditas lain relatif stabil, seperti tepung terigu Rp14.000/kg, minyak goreng curah Rp17.100/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp23.000/liter. Gula pasir tercatat Rp19.000/kg atau di atas HA. Kenaikan ini diindikasikan karena sebagian pasokan berasal dari Medan, Provinsi Sumatera Utara, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Sejumlah pedagang membenarkan kondisi pasar yang kian membaik. Pedagang cabai, Fajar, mengatakan harga bapok berangsur turun. Cabai merah keriting yang sebelumnya sempat Rp35.000/kg kini turun menjadi Rp30.000/kg. Ia mengungkapkan, saat banjir harga cabai rawit bahkan sempat menembus Rp100.000/kg. “Sekarang sudah terkendali. Pasar juga ramai, daya beli masyarakat mulai membaik,” ujarnya.

Pedagang telur, Jufri, menyebut harga telur Rp53.000 per papan atau sekitar Rp28.000/kg, naik tipis dari Rp52.000 per papan sehari sebelumnya. Menurutnya, distribusi dari Medan belum sepenuhnya normal akibat perbaikan jembatan pascabencana. Ia berharap akses logistik segera pulih agar harga kembali stabil.

Pedagang daging ayam, Amri, menuturkan harga ayam Rp60.000 per ekor atau sekitar Rp30.000/kg dan relatif stabil meski sebelumnya sempat naik. Ia berharap harga dapat lebih murah agar penjualan meningkat.

Pedagang lainnya, Mursyal, menilai pasokan dan harga bapok dalam kondisi baik. MINYAKITA yang disalurkan melalui Perum Bulog sejak dua pekan terakhir dijual Rp15.700/liter. Beras SPHP berada di kisaran Rp63.000–Rp65.500 per 5 kg dengan distribusi rutin setiap pekan. “Kehadiran MINYAKITA dan beras SPHP dari pemerintah melalui Bulog sangat membantu menjaga stabilitas harga,” katanya.

Pemilik Toko Telur Emas, Faisal, juga mengungkapkan distribusi barang telah kembali lancar setelah sebelumnya terkendala kerusakan jembatan yang memaksa pengiriman memutar melalui jalur barat-selatan. Ia berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen karena jembatan darurat membatasi kapasitas angkut.

Mendag Busan mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan. “Terima kasih Pak Bupati beserta Pak Wabup, Ibu Kepala Dinas Perdagangan, Bulog, Rajawali Nusindo dan seluruh pihak. Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga terjaga, kegiatan ekonomi dan perdagangan sudah kembali aktif,” tutupnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Wakil Bupati Pidie Alzaizi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pidie Suhendra, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pidie. Mendampingi Mendag, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan dan Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *