Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berbincang dengan warga penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Minahasa, Sulawesi Utara.(Ist)
JAKARTA, NP — Harapan baru tengah menyala di berbagai pelosok tanah air. Di tempat yang dulu hanya diterangi lampu minyak, kini sinar listrik mulai menembus batas-batas desa. Melalui program Merdeka dari Kegelapan, pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperluas jangkauan listrik hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Program ini bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi juga membuka jalan bagi pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tiga proyek strategis menjadi tonggak baru komitmen pemerintah, yakni Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Provinsi Sulawesi Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wairara berkapasitas 128 kW di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, serta PLTMH Anggi I (150 kW) dan groundbreaking PLTMH Anggi II (500 kW) di Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan target besar: pada 2030 seluruh desa dan kelurahan di Indonesia harus sudah berlistrik.
“Sekali lagi saya perintahkan, agar 2029 sampai 2030, semua desa, semua kelurahan, sudah harus ada listrik. Tidak boleh lagi anak-anak kita belajar dalam gelap. Listrik berarti masa depan—pendidikan yang layak, kesehatan yang baik, dan ekonomi yang lebih maju,” ujar Bahlil saat meresmikan program di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (29/10/2025).
Rasio Elektrifikasi Hampir Merata
Hingga Semester I 2025, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 98,53 persen. Meski demikian, masih terdapat sekitar 1,47 persen rumah tangga yang belum menikmati listrik—terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
“Momen ini saya gunakan untuk menegaskan, kepada Dirjen EBTKE, Dirjen Listrik, dan PLN: selesaikan daerah-daerah 3T terlebih dahulu. Anggaran sudah ada, prioritaskan mereka,” tegas Bahlil.
Provinsi Sulawesi Utara mencatat rasio elektrifikasi 99,40 persen, disusul Papua Barat 89,80 persen dan Nusa Tenggara Timur 89,22 persen. Pemerintah menargetkan seluruh daerah mencapai elektrifikasi penuh dalam lima tahun mendatang.
BPBL, Cahaya Baru bagi Keluarga Tak Mampu
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi ujung tombak pemerataan energi. Sejak diluncurkan tahun 2022, program ini telah menyambungkan listrik ke lebih dari 155 ribu rumah tangga, dan pada 2025 ditargetkan mencapai 215 ribu sambungan baru.
Bagi warga Desa Tounelet, Minahasa, bantuan itu lebih dari sekadar sambungan listrik.
“Kami sekeluarga berterima kasih kepada Pemerintah, Bapak Presiden Prabowo Subianto, dan Bapak Menteri ESDM. Listrik gratis ini membawa perubahan besar. Semoga program ini terus berlanjut ke desa-desa lain,” ujar Yoli Walangitan, penerima manfaat BPBL.
Energi Lokal, Harapan Baru Ekonomi Desa
Di Sumba Timur, PLTMH Wairara menjadi simbol kemandirian energi berbasis sumber daya lokal. Pembangkit berkapasitas 128 kW itu kini melistriki 105 rumah tangga, sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga rumah ibadah.
“PLTMH Wairara menghadirkan energi bersih, mendorong ekonomi produktif seperti tenun ikat khas Sumba Timur, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot di sela peresmian.
Sementara itu di Papua Barat, PLTMH Anggi I dan II menjadi langkah strategis menuju Pegunungan Arfak sebagai kabupaten pertama yang 100 persen ditopang energi baru terbarukan (EBT). Proyek ini juga mengurangi ketergantungan pada BBM diesel yang selama ini menjadi beban biaya tinggi bagi daerah terpencil.
Dari Gelap Menuju Terang
Bagi warga Kampung Uper, Distrik Anggi, listrik bukan hanya penerangan, melainkan simbol kemajuan.
“Dulu saya belajar pakai lampu lirik. Sekarang, kami sudah mengenal listrik dan bisa bersaing dengan daerah lain,” ungkap Jemmy Yahindo, penuh haru.
Pembangunan infrastruktur energi di Tanah Papua, menurut Bahlil, adalah bentuk nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Listrik kini tak lagi sekadar kebutuhan dasar—melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih terang. (red)







Be First to Comment