Press "Enter" to skip to content

Lawan Corona, KKP Selenggarakan Teleseminar “Makan Ikan Berkualitas Tingkatkan Imunitas”

Social Media Share

JAKARTA, NP – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menyelenggarakan teleseminar bertajuk “Makan Ikan Berkualitas, Tingkatkan Imunitas” pada Kamis (4/6). Teleseminar yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan Bulan Mutu Karantina 2020 ini diadakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKIPM, Balai Uji Standar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM).

Teleseminar ini merupakan wahana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat (public awareness) akan pentingnya kesehatan ikan atau karantina, mutu, dan keamanan hasil perikanan. Selain itu juga memberikan pencerahan bagi masyarakat mengenai potensi dan nilai lebih produk perikanan sebagai alternatif pangan yang aman dan bermutu.

Kegiatan ini juga sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, agar KKP ikut membantu mendukung program pemerintah dalam penanggulangan wabah Covid-19, sesuai dengan kapasitas dan kekhasannya masing-masing. Untuk itu, tak hanya memberikan bantuan produk perikanan, BKIPM juga berupaya menyajikan informasi-informasi penting yang dibutuhkan masyarakat.

“Di tengah wabah Covid-19 ini, kita berupaya membantu mencukupi kebutuhan gizi untuk meningkatkan imunitas masyarakat melalui penyerahan bantuan produk perikanan. Tentunya, tak hanya menyerahkan bantuan, kita juga harus memberikan informasi bagaimana cara penanganan dan pengolahan produk perikanan tersebut dengan baik agar masyarakat memperoleh manfaat yang maksimal,” tutur Menteri Edhy dalam keterangan tertulis KKP, Kamis (4/6).

Perlu diketahui, teleseminar ini menghadirkan tiga narasumber utama. Mereka adalah Kepala BKIPM, Rina yang membawakan topik “Ikan Berkualitas Sumber Nutrisi Masyarakat dalam Situasi Wabah”; Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman yang membawakan topik “Gerakan Makan Ikan: Penguatan Sosial Masyarakat melalui Ketahanan Pangan”; dan dr. Lula Kamal yang membawakan topik “Nutrisi dan Imunitas serta Tips Perilaku Sehat untuk Hindari Penyebaran Wabah”.

Teleseminar ini diikuti oleh 1.506 peserta yang berasal dari lingkup KKP, perwakilan Pemda/Dinas Kelautan dan Perikanan, akademisi, asosiasi, dan umum. Peserta juga dapat menyampaikan pertanyaan melalui diskusi interaktif.

Selain melalui aplikasi Zoom, teleseminar ini juga ditayangkan secara live streaming melalui kanal Youtube BUSKIPM.

Kepala BKIPM Rina mengatakan, penyelenggaraan Bulan Mutu Karantina 2020 ini bertepatan dengan merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia. Di samping berdampak secara ekonomi khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor non-formal, Covid-19 juga mengancam kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, ikan berperan penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi masyarakat di tengah wabah ini.

Menurutnya, BKIPM terus mengawal Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan memanfaatkan teknologi komunikasi digital yang tersedia.

“Kita ingin menyebarkan pesan kepada masyarakat, pemangku kebijakan, maupun komponen bangsa lainnya bahwa produk perikanan penting untuk menjaga asupan protein, gizi, dan memperkuat imunitas dalam menghadapi wabah Covid-19,” ucap Rina.

Selain memaparkan berbagai kandungan nutrisi dan manfaat ikan, Rina juga mengajak seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pengecekan suhu, penggunaan masker, ketertiban mencuci tangan, dan pelaksanaan physical distancing.

“Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan pandemi ini dapat segera berakhir,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BUSKIPM, Woro Nur Endang Sariati menyebutkan, adanya kebijakan work from home (WFH) telah menciptakan budaya komunikasi baru melalui virtual, termasuk yang diadaptasi dalam pelaksanaan teleseminar ini. Ia mengaku, pelaksanaan seminar secara virtual ini dapat menarik lebih banyak peserta, yaitu lebih dari 1.500 orang dari 41 instansi. Hal ini tidak akan terjadi jika diselenggarakan secara tatap muka langsung. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan