Press "Enter" to skip to content

Kementan Siapkan Semen Beku Sikomandan Tahap Dua

Social Media Share

Foto: Dirjen PKH, I Ketut Diarmita. (ist)

JAKARTA, NP – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak kembali menyediakan kebutuhan semen beku. Penyiapan ini diperuntukan kegiatan Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) tahap dua yang bertujuan memenuhi kebutuhan semen beku di masing-masing provinsi.

Kebutuhan semen beku untuk tahap dua ini, dialokasikan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang yang merupakan UPT Ditjen PKH sebagai produsen semen beku. Keduanya dinilai sangat berpengalaman dalam penyediaan kebutuhan semen beku tersebut.

“Kebutuhan tersebut tetap berasal dari pejantan yang telah tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) sebagai jaminan kualitas bahwa semen tersebut telah memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI,” kata Dirjen PKH, I Ketut Diarmita dalam rilis tertulisnya, Kamis (02/07).

Penandatanganan penyediaan semen beku tersebut sebelumnya dilaksanakan di BIB Lembang tanggal 12 Juni 2020 lalu antara PPK penyediaan semen beku Ditjen PKH dengan Kepala BIB Lembang. Setelah itu, tanggal 24 Juni 2020 antara PPK penyediaan semen beku Ditjen PKH dengan Plt. Kepala BBIB Singosari.

Kebutuan semen beku tahap dua ini direncanakan berakhir pada Agustus 2020 dengan rincian dari BBIB Singosari 460.950 dosis dan BIB Lembang 553.100 dosis. Dari jumlah tersebut, rumpun sapi Simental dan Limousin tetap menjadi favorite dalam penyediaannya.

“Selain itu, direncanakan juga akan dimulai penyebaran semen beku Belgian Blue, Wagyu dan Galician Blonde ke beberapa lokasi yang telah memenuhi kriteria tertentu,” tuturnya.

Sebagai catatan, semen beku adalah semen yang diencerkan sesuai prosedur proses produksi sehingga menjadi semen beku dan disimpan dalam kontainer kriogenik berisi nitrogen cair pada suhu -196 derajat celcius. Ketika akan digunakan untuk inseminasi buatan, semen beku tersebut dicairkan dengan air hangat 37-38 derajat celcius selama 15-30 detik atau bisa disebut proses thawing.

Sebelumnya, penyediaan semen beku Sikomandan tahap satu dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2020. Penyediaannya berasal dari beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) penghasil semen beku.

Di antaranya, Balai Inseminasi Buatan (BIB), Lembang, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, BIBD Tuah Sakato, BIBD Riau, BIBD Bengkulu, BIBD Ungaran, BIBD Kalimantan Selatan, BIBD Bali, BIBD NTB, BIBD Yogyakarta, BIBD Ciamis dan BIBD Sulawesi Selatan.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan