Para pejabat utama TNI AL mengikuti forum evaluasi organisasi di Gedung Neptunus, Mabesal, Jakarta Timur, Kamis (23/10/2025).(Ist)
JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut melalui Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut (Sahli Kasal) menggelar Bincang Strategis bertema Evaluasi Organisasi TNI AL yang Adaptif terhadap Dinamika Lingkungan Strategis dan Mendukung Program Prioritas Pemerintah, di Gedung Neptunus, Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (23/10/2025).
Forum strategis ini digelar untuk mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di bidang pertahanan dan keamanan negara. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul berbagai pandangan dan rekomendasi strategis guna memperkuat arah transformasi organisasi TNI AL agar semakin responsif, efektif, dan selaras dengan perkembangan teknologi pertahanan serta tantangan keamanan maritim modern.
Paparan utama disampaikan oleh Laksamana Muda TNI Antonius Widyoutomo, Pati Sahli Tk. III Bidang Diplomasi, Hukum, Intelijen, dan Hubungan Internasional. Dalam pemaparannya, Laksda Antonius menekankan pentingnya kemampuan organisasi militer beradaptasi terhadap dinamika strategis global.
“Transformasi organisasi TNI AL harus diarahkan untuk memperkuat efektivitas komando dan kendali, serta memastikan seluruh komponen mampu mendukung kebijakan pertahanan nasional dan program prioritas pemerintah,” ujar Laksda Antonius.
Kegiatan Bincang Strategis ini diikuti oleh para Pati Sahli Tingkat II dan III, pejabat utama Mabesal, serta perwakilan Komando Utama (Kotama) dan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) secara luring dan daring.
Dari hasil evaluasi terhadap struktur organisasi di lingkungan TNI AL, disimpulkan bahwa Kodaeral, sebagai organisasi yang baru saja menjalani proses validasi, perlu memperkuat tata kelola dan sistem pembinaan organisasi di jajaran bawahannya. Sebagai Kotama pembinaan operasi dan dukungan, Kodaeral memiliki peran vital dalam pengembangan kekuatan pertahanan pantai dan komando wilayah laut yang adaptif di masa mendatang.
Forum ini juga membahas sejumlah gagasan strategis, antara lain pembentukan Satuan Kapal Patroli Pembina Potensi Nelayan (Satrol PPN), Satuan Senjata Tanpa Awak (Satsenta), serta penguatan Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) di bawah Kodaeral. Seluruh inisiatif tersebut diharapkan menjadi tulang punggung sistem pertahanan maritim Indonesia yang modern, efisien, dan mendukung program prioritas pemerintah dalam ketahanan pangan dan keamanan laut nasional.
Dalam arahannya, Laksda Antonius menegaskan bahwa transformasi organisasi bukan sekadar restrukturisasi, tetapi juga penyesuaian visi dan budaya kerja yang berorientasi pada efektivitas dan profesionalisme.
“Organisasi TNI AL harus berani berubah untuk menjawab tantangan zaman. Adaptif, modern, dan tetap berlandaskan semangat pengabdian demi kejayaan maritim Indonesia,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi TNI AL untuk memperkuat arah reformasi birokrasi dan modernisasi organisasi. Hal ini sejalan dengan prioritas Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pembangunan TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh guna mewujudkan kejayaan maritim Indonesia.(red)







Be First to Comment