YAHUKIMO – Proses evakuasi terhadap para pendulang emas ilegal yang menjadi korban kekerasan di wilayah Kali Ei, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berhasil dilakukan oleh prajurit Kodim 1715/Yahukimo. Tindakan ini dilakukan menyusul insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
Pada Sabtu, 27 September 2025, sebanyak 19 personel Kodim 1715/Yahukimo yang dipimpin oleh Kapten Infanteri Masrun melakukan evakuasi terhadap empat pendulang emas ilegal yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat. Proses evakuasi menggunakan dua unit kendaraan taktis jenis ILSV dan berlangsung aman.
Selanjutnya, pada Kamis, 2 Oktober 2025, tim evakuasi yang terdiri dari 10 personel kembali dikerahkan untuk mengevakuasi dua jenazah korban pembunuhan yang ditemukan di wilayah Kali Ei. Evakuasi berlangsung sejak pukul 12.46 hingga 16.16 WIT menggunakan satu unit kendaraan ILSV.
Insiden pembunuhan ini mempertegas tingginya risiko keamanan di lokasi tambang emas ilegal yang selama ini menjadi target operasi kelompok bersenjata. Aparat keamanan pun mengimbau masyarakat untuk tidak kembali melakukan aktivitas pendulangan emas di kawasan tersebut.
“Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk tidak berada di wilayah rawan konflik. TNI bersama Polri akan terus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan,” ujar Kapten Infanteri Masrun.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian masih dipantau ketat oleh aparat gabungan demi menjamin stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo.(Pen)







Be First to Comment