Mayor Jenderal TNI (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, mantan Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Dan Paswalpres) yang sekarang berubah nama menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). IGK Manila saat ini menduduki posisi sebagai Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasional Demokrat (NasDem). (Foto: NasDem)
JAKARTA, NP- Kabar duka datang dari keluarga besar Partai NasDem. Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, I Gusti Kompyang (IGK) Manila meninggal dunia pada Senin (18/8) di RS Bunda, Jakarta Pusat.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan dukungan penuh dalam mempersiapkan prosesi penghormatan terakhir almarhum di Kampus ABN NasDem, Jakarta Selatan.
Kabar duka disampaikan Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem, H. Charles Meikyansah melalui pesan berantainya.
“Turut berdukacita atas berpulangnya Opa Manila (Gub ABN) hari ini di RS. Bunda Jakarta,” ucap Charles dalam siaran tertulisnya.
Semasa hidupnya, almarhum IGK Manila yang juga duduk di Majelis Tinggi Partai NasDem dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi dan pengabdian. Ia memberikan kontribusi besar dalam pengembangan kaderisasi melalui Akademi Bela Negara Partai NasDem, serta selalu mengedepankan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Selain aktif di NasDem, IGK Manila juga dikenal sebagai Bapak Wushu Indonesia. Ia menjadi Ketua Umum PB Wushu pada 1992 dan berjasa dalam memajukan olahraga di Tanah Air.
Pernah menjadi Manajer Timnas Sepak Bola Indonesia di Sea Games 1991, Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Dan Paswalpres) yang sekarang menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Sekjen Departemen Penerangan, dan Kepala Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang sekrang menjadi IPDN.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melihat pengabdian tanpa pamrih Manila kepada bangsa. Surya juga memuji ketulusan persahabatan yang jarang ditemui.
“Saya katakan sejujurnya kepada semua betapa sosok I Gusti Kompyang Manila ini mendedikasikan diri, waktu, tenaga, pikiran, dan semua energi yang dimilikinya untuk satu yang dikehendakinya memberikan kontribusi yang amat sangat bermanfaat, tidak terbatas kepada kepentingan diri atau kelompok, tapi untuk masyarakat dan bangsa yang kita cintai,” kata Paloh, dalam peringatan ulang tahun ke-83 IGK Manila di Kampus ABN NasDem, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025) lalu.
Paloh juga menegaskan bahwa Manila yang sukses melakukan Operasi Ganesha 1982 itu baginya bukan sekadar teman biasa, melainkan seorang sahabat sejati.
“Termasuk orang-orang yang memiliki keberuntungan mengenal sosok ini. Dia adalah sahabat, bukan sekadar teman. Sahabat dalam terminologi yang saya pahami bisa menerima bukan hanya kehebatan kita, tapi juga kelemahan-kelemahan kita. Itu ada pada diri IGK Manila,” ujarnya.
Almarhum IGK Manila lahir di Singaraja Bali 8 Juli 1942. Pengabdiannya sebagai anggota TNI setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) Tahun 1964. IGK. Manila merupakan salah satu di antara 15 perwira remaja pertama lulusan AMN dengan kecabangan Corps Polisi Militer (CPM). Karirnya di militer dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat.(har)







Be First to Comment