Press "Enter" to skip to content

NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth November 2027 di Bali

Social Media Share

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari berjabat tangan dengan Presiden ITTF Petra Sörling usai pertemuan yang berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026, Rabu (4/11/2026). Foto: NOC Indonesia/Moch Rifqi Priadiansyah

 

DAKAR, NP – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus memperkuat diplomasi olahraga dan kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan olahraga nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan International Table Tennis Federation (ITTF), yang dipimpin Presidennya, Petra Sörling.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026, Petra Sörling, turut menyampaikan apresiasi kepada NOC Indonesia atas peran dan upayanya dalam membantu menyelesaikan persoalan tata kelola tenis meja Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun. Ia mengaku bersyukur persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dan menyampaikan terima kasih kepada NOC Indonesia atas komitmen serta kontribusinya dalam mendorong terciptanya kepastian dan kemajuan bagi tenis meja nasional.

Selain itu, kedua pihak membahas masa depan tenis meja Indonesia, peluang pengembangan kerja sama, serta upaya menghadirkan lebih banyak kompetisi internasional di Tanah Air. Salah satu agenda konkret yang menjadi pembahasan adalah kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah WTT Youth Contender pada 15–18 November 2027 dan WTT Youth Star pada 19–21 November 2027 di Bali.

WTT Youth merupakan bagian dari rangkaian kompetisi World Table Tennis yang dirancang untuk memberikan ruang bagi atlet-atlet muda dalam mengembangkan kemampuan dan mengukur kualitas permainan di tingkat internasional. Dua turnamen internasional yang akan digelar di Bali nantinya akan mempertandingkan kelompok usia U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19, dengan nomor tunggal, ganda, serta ganda campuran.

Rencana Indonesia menjadi tuan rumah WTT Youth 2027 berawal dari inisiatif Indonesia Pingpong League (IPL) yang mengajukan diri kepada ITTF pada 2025. Setelah melalui prosedur dan persyaratan yang ditetapkan, termasuk pemenuhan kewajiban lisensi penyelenggaraan, Indonesia memperoleh kesempatan untuk menggelar kompetisi yang menjadi bagian dari kalender World Table Tennis (WTT) tersebut.

Melalui penyelenggaraan ini, hasil pertandingan para atlet akan tercatat dalam basis data pemeringkatan internasional. Dengan demikian, ajang WTT Youth tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga membuka akses bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk membangun rekam jejak dan meningkatkan peringkat dunia sebagai bagian dari perjalanan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyambut positif pertemuan langsung dengan Presiden ITTF Petra Sörling. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi dengan federasi internasional merupakan bagian penting dari diplomasi olahraga untuk memperluas kesempatan bagi atlet Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing olahraga nasional.

“Presiden Petra, saya sangat senang akhirnya kita bisa bertemu secara langsung. Sudah lama sekali kita menantikan pertemuan ini. Namun, setidaknya sekarang kita telah mengambil satu langkah lebih maju,” ujar Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Dalam pertemuan tersebut, Okto juga menyampaikan ambisi Indonesia untuk menghadirkan lebih banyak agenda World Table Tennis di Tanah Air. Ia menilai, kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi internasional akan memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pengembangan ekosistem dan popularitas tenis meja di Indonesia.

“Seperti yang saya sampaikan, ketika saya meminta dukungan Anda, salah satu ambisi kami adalah membawa dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang World Table Tennis di Indonesia. Kami juga berharap dapat membawa olahraga tenis meja ke level yang lebih tinggi,” kata Okto.

Presiden ITTF, Petra Sörling, menyambut positif komunikasi dan semangat kolaborasi yang dibangun bersama NOC Indonesia. Ia menegaskan dukungan ITTF terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan tenis meja, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi dan berbagai peluang kerja sama internasional.

“Saya sangat senang dengan kerja sama yang telah terjalin dan berharap dapat melihat semakin banyak perkembangan serta kegiatan tenis meja di Indonesia. Kami memberikan dukungan penuh karena kami juga ingin melihat olahraga tenis meja semakin berkembang di Indonesia,” ujar Petra.

Petra juga mengapresiasi perkembangan ekosistem tenis meja Indonesia yang dipimpin Petrus Reinhard Golose. Menurutnya, perkembangan organisasi, kompetisi, serta semakin terbukanya ruang partisipasi menjadi elemen penting dalam memperkuat fondasi tenis meja nasional.

“Saya yakin akan ada lebih banyak perkembangan tenis meja di Indonesia ke depannya, dan kami sangat menantikan hal tersebut,” harap Petra.(WahyuWepe)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *