Press "Enter" to skip to content

Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Kolaborasi GENTING dengan Empat Mitra

Social Media Share

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting saat acara penandatanganan MoU GENTING di Jakarta, Kamis (17/9/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat kolaborasi dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama empat mitra, yakni PT Bama Berita Sarana Televisi, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Komite Nasional Pencegahan Stunting, serta Wanita Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Jakarta, Kamis (17/9/2026), sebagai langkah memperluas keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung keluarga berisiko stunting (KRS), khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD dengan prioritas pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengatakan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak karena persoalan tersebut berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari pemenuhan gizi, akses air minum dan sanitasi, hingga pola pengasuhan. “Kita tidak bisa kerja sendirian, mesti bersama-sama melibatkan stakeholder yang terkait,” ujar Menteri Wihaji dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan Pendataan Keluarga (PK) 2025, terdapat 8.124.442 keluarga berisiko stunting (KRS) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.931.833 keluarga tidak memiliki jamban yang layak, sedangkan 1.747.035 keluarga tidak memiliki sumber air minum utama yang layak. Selain itu, terdapat 4.326.704 pasangan usia subur (PUS) dalam kondisi 4 Terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu sering, serta tidak menggunakan KB modern.

Upaya pencegahan stunting tersebut terus diperluas melalui GENTING. Hingga Desember 2025, program tersebut telah menjangkau 1.607.627 penerima atau mencapai 160,76 persen dari target nasional sebanyak 1 juta sasaran. Capaian itu menunjukkan semakin luasnya dukungan bagi keluarga yang membutuhkan intervensi untuk mencegah stunting sejak dini.

Menurut Menteri Wihaji, kondisi tersebut menunjukkan pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak dan ketahanan keluarga. Melalui GENTING, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. “Sedikit pun yang kita kerjakan menurut saya menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi,” tegasnya.

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, S.IP., M.PH., mengatakan GENTING diarahkan untuk memberikan dukungan kepada keluarga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. “GENTING menyasar keluarga berisiko stunting dengan memberikan dukungan sesuai kebutuhan, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD dengan prioritas pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Wahyuni.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mendorong semakin luasnya keterlibatan berbagai unsur dalam gerakan gotong royong pencegahan stunting. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi keluarga berisiko stunting sekaligus memastikan upaya pencegahan dilakukan secara berkelanjutan guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *