Helikopter HR-3604 diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) untuk mendukung operasi SAR pencarian delapan orang yang masih hilang di Perairan Selat Sunda. (Foto: Basarnas)
JAKARTA, NP – Upaya pencarian delapan orang yang masih hilang setelah speed boat dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda diperkuat dengan pengerahan Helikopter Dauphin AS365 N3+ nomor registrasi HR-3604 ke wilayah Gunung Anak Krakatau, Banten, Kamis (10/9/2026).
Helikopter tersebut diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB untuk mendukung operasi Search and Rescue (SAR), terutama dalam melakukan pemantauan dari udara terhadap wilayah yang menjadi lokasi pencarian.
Rute penerbangan yang disiapkan meliputi JIExpo Kemayoran–Pantai Carita–BPBD Banten–Helipad/JIExpo Kemayoran. Helikopter HR-3604 membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad, S.Sos., mengatakan dukungan udara dikerahkan untuk memperkuat upaya pencarian di kawasan Perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau,” ujar Al Amrad dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Menurut Al Amrad, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
Pengerahan helikopter diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan sekaligus mempercepat proses pencarian di wilayah perairan Selat Sunda yang menjadi fokus operasi SAR. (red)







Be First to Comment