Press "Enter" to skip to content

Perahu Diduga Pelaku Bom Ikan Diamankan, TNI AL Temukan Senjata Rakitan dan Puluhan Paket Gorilla

Social Media Share
Suasana press release Lanal Ternate terkait pengamanan perahu dan sejumlah barang bukti hasil operasi di perairan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (9/9/2026).(Foto: Ist)

 

TERNATE, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengamankan sebuah perahu yang diduga digunakan untuk aktivitas pengeboman ikan (destructive fishing) di perairan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Dalam pengamanan yang dilakukan Tim Unit Intel Lanal Ternate bersama Posal Tobelo, Minggu malam (6/9/2026), petugas menemukan satu pucuk senjata laras panjang rakitan tanpa amunisi dan 25 paket yang diduga berisi tembakau sintetis atau Gorilla.

Perahu tersebut diamankan sekitar pukul 21.25 WIT di perairan sekitar Desa Paca, Kecamatan Tobelo Selatan. Pengamanan dilakukan setelah tim menerima informasi terkait dugaan aktivitas pengeboman ikan yang berpotensi merusak ekosistem laut.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan senjata laras panjang rakitan serta puluhan paket yang diduga merupakan tembakau sintetis. Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Komandan Lanal Ternate Kolonel Laut (P) Ristanto Putro, S.M., M.Tr.Opsla. mengatakan, pihaknya menduga aktivitas mencari ikan tersebut berpotensi menjadi kamuflase untuk kegiatan lain, termasuk dugaan peredaran tembakau sintetis.

“Ada indikasi (tembakau sintetis) diperjualbelikan. Untuk kepemilikan senjata dan perolehannya dari mana, sampai dengan saat ini kita masih dalam proses pendalaman,” ujar Ristanto kepada awak media, Rabu (9/9/2026).

Ristanto menambahkan, pihaknya masih mendalami keterkaitan antara aktivitas di perairan tersebut dengan temuan senjata rakitan dan paket yang diduga tembakau sintetis.

Untuk memastikan kandungan barang bukti tersebut, 25 paket yang diduga tembakau sintetis rencananya akan dibawa ke Laboratorium BNN Provinsi Maluku Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara terkait senjata laras panjang rakitan, TNI AL masih melakukan pendalaman mengenai kepemilikan serta asal-usul senjata tersebut.

Pengamanan ini menjadi bagian dari upaya TNI AL menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus mencegah praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan. Pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kelestarian ekosistem laut juga akan terus ditingkatkan sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)

 

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *