Proses evakuasi korban tenggelam di tambak Dusun Putat Lor, Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Gresik. Prajurit Denipam 2 Marinir bersama unsur SAR mengevakuasi korban setelah ditemukan dalam pencarian, Kamis (20/8/2026).(Foto: Ist)
GRESIK, NP – Niat mengejar pancing yang disambar ikan berujung petaka. Suwandi, 45 tahun, warga Dusun Krajan, Menganti, Gresik, tenggelam di sebuah tambak di Dusun Putat Lor, Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Kamis (20/8/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat Suwandi bersama seorang rekannya memancing di tambak milik H. Nur Qomari. Saat hendak melaksanakan sholat Zuhur, pancing korban tiba-tiba disambar ikan hingga stick pancing terseret ke tengah tambak.
Korban spontan melompat ke dalam tambak untuk mengejar pancingnya. Namun, bukannya kembali ke tepian, Suwandi justru tenggelam.
Rekan korban yang mendengar teriakan minta tolong langsung berusaha memberikan pertolongan. Penyelaman dilakukan, tetapi korban tak kunjung ditemukan. Warga kemudian meminta bantuan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026), menyampaikan prajurit Detasemen Intai Amphibi (Denipam) 2 Marinir segera bergerak setelah menerima laporan. Prajurit bergabung bersama BPBD, Polairud, dan unsur SAR untuk melakukan pencarian.
Pencarian dipimpin Kapten Mar Tri Candra Saputra. Tim menyisir tambak yang memiliki lebar sekitar 70 meter, panjang 150 meter, dan kedalaman mencapai 7 meter.
“Dengan semangat pantang menyerah dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, prajurit Denipam 2 Marinir bersama unsur SAR terus melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan,” kata Dispen Kormar TNI AL.
Keberadaan prajurit Marinir dalam operasi tersebut menunjukkan respons cepat aparat dalam menghadapi situasi darurat. Pencarian di tengah kondisi tambak yang cukup dalam juga menuntut keberanian dan kewaspadaan tinggi.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga agar tidak mengambil risiko saat beraktivitas di perairan. Pancing dan ikan bisa diganti, tetapi keselamatan nyawa tidak bisa dipertaruhkan. (red)







Be First to Comment