Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gerak Cepat, KRI dr. Soeharso Bawa Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Social Media Share

Personel TNI AL mengangkut bantuan kemanusiaan ke KRI dr. Soeharso-990 sebelum diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah NTT.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Koarmada II, TNI AL mengerahkan KRI dr. Soeharso-990, unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II, untuk mengangkut bantuan kemanusiaan sekaligus memperkuat operasi penanggulangan bencana, Selasa (18/8/2026).

Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya selaku Komandan Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Alam NTT turun langsung memastikan kesiapan misi. Didampingi pejabat TNI AL, ia meninjau proses embarkasi bantuan, personel, dan berbagai peralatan pendukung sebelum KRI dr. Soeharso-990 bertolak menuju NTT.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran TNI AL di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Kami memastikan seluruh kebutuhan yang telah dihimpun dapat segera dikirim dan diterima masyarakat terdampak,” ujar Laksda TNI I G. P. Alit Jaya.

Bantuan yang dikirim bukan sekadar simbolis. TNI AL mengangkut 1,955 ton beras, 1.278 dus mi instan, 350 dus air mineral, 31 dus susu kemasan, 20 dus biskuit, 55 dus perlengkapan kebersihan, 61 lembar selimut, 148 dus pakaian layak pakai, 17 dus perlengkapan ibadah, serta 16 dus sarden.

Di saat kebutuhan masyarakat mendesak, TNI AL juga mengirim kekuatan personel dan peralatan untuk mendukung operasi di lapangan. Sebanyak 200 prajurit Korps Marinir dari Pasmar-2 dikerahkan bersama satu unit bulldozer, satu unit excavator, 10 unit truk, satu unit truk tangki, satu unit rumah sakit lapangan, dan satu set dapur lapangan.

Untuk mempercepat penanganan di wilayah terdampak, TNI AL menyiapkan tiga pangkalan di bawah komando Kodaeral VII, yakni Lanal Maumere, Lanal Labuan Bajo, dan Lanal Ende. Ketiga pangkalan tersebut disiapkan sebagai titik dukungan operasi dan distribusi bantuan.

Pangkoarmada II memastikan kesiapan seluruh unsur sebelum diberangkatkan. Menurutnya, KRI dr. Soeharso-990 memiliki kemampuan penting untuk mendukung misi kemanusiaan, terutama dalam pelayanan kesehatan dan penanganan kondisi darurat.

“KRI dr. Soeharso-990 kami siapkan untuk memberikan dukungan secara optimal selama misi kemanusiaan, termasuk membantu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Operasi bantuan TNI AL tidak berhenti pada satu kapal. Selain KRI dr. Soeharso-990, sejumlah unsur lain telah digerakkan, antara lain KRI Bung Hatta-370, KRI Hiu-634, helikopter Bell 412, serta ratusan personel TNI AL di sekitar lokasi bencana.

Seluruh unsur tersebut diarahkan untuk mempercepat distribusi bantuan ke sejumlah titik pengungsian, mendukung penanganan kondisi darurat, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Gerak cepat TNI AL ini menegaskan kehadiran negara dalam situasi bencana. Bukan hanya mengirim logistik, TNI AL mengerahkan kapal, prajurit, alat berat, fasilitas kesehatan, hingga dapur lapangan untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak.

Aksi tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diperintahkan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dengan menempatkan keselamatan dan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas dalam menghadapi bencana. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *