Ilustrasi – Dampak gempa M7,7: sejumlah bangunan mengalami kerusakan di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).(Foto: Dok.)
JAKARTA, NP — Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memastikan gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 tidak berdampak terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion.
Kepastian itu disampaikan setelah BAPETEN melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mengecek kondisi fasilitas pemanfaat sumber radiasi pengion di wilayah terdampak.
Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik BAPETEN, Ishak, mengatakan saat ini tidak ditemukan gangguan terhadap keselamatan maupun keamanan sumber radiasi pengion. Paparan radiasi di wilayah NTT juga disebut tetap dalam kondisi normal.
“Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh BAPETEN dengan pihak pemangku kepentingan, tidak ditemukan adanya dampak gempa di NTT terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut, serta tidak terjadi kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT sebagai akibat kejadian gempa,” kata Ishak dalam siaran pers, Senin (17/8/2026).
Data perizinan BAPETEN mencatat terdapat 51 fasilitas di NTT yang memanfaatkan tenaga nuklir berupa radiasi pengion untuk keperluan kesehatan maupun industri.
Dari jumlah tersebut, 14 fasilitas berada di delapan kabupaten yang terdampak gempa, yakni Ngada, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Ende, Alor, dan Flores Timur.
Mayoritas fasilitas pemanfaat sumber radiasi pengion di NTT digunakan untuk pelayanan kesehatan, terutama radiologi diagnostik seperti pesawat sinar-X dan CT scan.
Meski hasil pemantauan sejauh ini menunjukkan kondisi aman, BAPETEN tidak mengendurkan pengawasan. Lembaga tersebut akan terus mencermati kondisi fasilitas di lapangan, khususnya menghadapi potensi gempa susulan.
“BAPETEN akan terus memperhatikan secara seksama kondisi di lapangan, terutama terkait dengan adanya gempa-gempa susulan,” ujar Ishak.
BAPETEN juga meminta masyarakat dan pemangku kepentingan segera melaporkan apabila memperoleh informasi terkait keselamatan atau keamanan sumber radiasi pengion di daerah terdampak.
Laporan dapat disampaikan melalui narahubung BAPETEN, kanal media sosial resmi BAPETEN, maupun surat elektronik melalui info@bapeten.go.id.
“Segala jenis informasi yang disampaikan akan sangat membantu dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat, pekerja dan lingkungan,” kata Ishak.
BAPETEN menyatakan akan terus memastikan aspek keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion tetap terjaga di tengah kondisi pascagempa NTT. (red)







Be First to Comment