Personel Lanal Maumere berjibaku mendirikan tenda pengungsian darurat bagi ratusan siswa Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Minggu (16/8/2026) dini hari.(Foto: Ist)
SIKKA, NP – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores memaksa ratusan siswa Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungsi ke ruang terbuka. Dalam kondisi darurat itu, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere bergerak cepat dengan mendirikan tenda pengungsian bagi para siswa, Minggu (16/8/2026) dini hari.
Langkah tersebut dilakukan atas instruksi langsung Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., menyusul gempa utama yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust).
Sebelum bantuan tiba, para siswa memilih bertahan di lapangan terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan. Mereka tidur hanya beralaskan kasur seadanya, di tengah udara malam dan ancaman keselamatan yang belum sepenuhnya mereda.
Personel Lanal Maumere kemudian diterjunkan langsung ke lokasi. Dua tenda darurat berkapasitas besar didirikan untuk menampung para siswa. Prajurit TNI AL tidak hanya mendirikan tenda, tetapi juga membantu memindahkan serta menata tempat tidur para siswa agar mereka dapat beristirahat lebih aman dan terlindung dari angin malam serta cuaca dingin.
Komandan Lanal Maumere menegaskan, respons cepat tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran TNI AL di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Langkah responsif ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam, khususnya dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak serta generasi muda di daerah terdampak,” ujar Yoyok.
Ia menambahkan, keterlibatan Lanal Maumere dalam penanganan kondisi darurat tersebut merupakan bagian dari implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat saat bencana adalah bentuk nyata pengabdian TNI Angkatan Laut untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan,” katanya.
Gerak cepat Lanal Maumere setidaknya memberi ruang aman bagi ratusan siswa Seminari BSB untuk melewati malam di tengah situasi yang masih diwarnai kewaspadaan terhadap gempa susulan.(red)







Be First to Comment