Press "Enter" to skip to content

Kementerian PANRB Pacu Transformasi Birokrasi, Tetapkan Delapan Strategi Melayani Negeri

Social Media Share

Menteri PANRB Rini menyampaikan arahan saat pembukaan PANRB Fest 2026 di Jakarta.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memasuki babak baru penguatan reformasi birokrasi dengan menetapkan delapan Langkah Strategis Transformasi Melayani Negeri. Strategi tersebut menjadi kompas utama kementerian dalam lima tahun ke depan untuk memastikan birokrasi bergerak lebih cepat, adaptif, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menteri PANRB Rini menegaskan, transformasi tidak cukup berhenti pada perubahan sistem dan prosedur, tetapi harus diwujudkan melalui kinerja yang berdampak langsung.

“Delapan langkah strategis ini harus menjadi arah bersama sekaligus acuan bagi setiap unit kerja dalam menyusun target, menjalankan program, dan mengukur kinerja organisasi dalam lima tahun ke depan,” ujar Menteri Rini saat membuka PANRB Fest 2026 di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia mengatakan, delapan strategi tersebut menjadi instrumen untuk memastikan seluruh jajaran Kementerian PANRB memiliki arah yang sama dalam mengawal perubahan birokrasi.

Strategi pertama adalah memperkuat Manajemen Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah agar setiap instansi bergerak terpadu dalam menjalankan program prioritas. Kedua, membangun Organisasi Pemerintah yang agile agar birokrasi mampu merespons perubahan secara cepat, lincah, dan adaptif.

Ketiga, transformasi tata kelola diarahkan untuk mengubah cara kerja birokrasi dari sekadar mengejar kepatuhan administratif menuju pencapaian hasil yang terukur. Keempat, penguatan ASN Unggul untuk Indonesia dilakukan melalui pengembangan talenta aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.

Sementara itu, pengelolaan konflik kepentingan menjadi strategi kelima untuk memperkokoh integritas aparatur. Strategi keenam adalah penguatan budaya kerja BerAKHLAK sebagai fondasi pembentukan organisasi yang solid dan berkinerja tinggi.

Adapun strategi ketujuh menitikberatkan pada pembangunan Pemerintah Digital Terintegrasi dengan mendorong perubahan pola kerja dari ego sektoral menuju ekosistem digital yang saling terkoneksi. Strategi kedelapan adalah pengembangan Omni Kanal Layanan Publik untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menteri Rini menekankan, keberhasilan transformasi birokrasi hanya dapat dicapai melalui kerja bersama seluruh unsur kementerian.

“Transformasi tidak dibangun oleh satu orang atau satu unit kerja, melainkan oleh seluruh insan Kementerian PANRB yang melangkah bersama sebagai satu tim,” tegasnya.

Pada peringatan 67 tahun pengabdian Kementerian PANRB, Menteri Rini juga menyampaikan apresiasi Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh keluarga besar Kementerian PANRB atas dedikasi dalam mengawal perubahan birokrasi.

Menurutnya, Presiden mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian PANRB dalam menghadirkan pemerintahan yang semakin inklusif, adil, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menteri Rini menambahkan, perjalanan Kementerian PANRB merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Nilai perjuangan para pendahulu menjadi inspirasi untuk terus memperkuat pengabdian melalui berbagai tantangan zaman.

“Penghormatan terbaik kepada para pendahulu adalah melanjutkan langkah mereka melalui karya dan pengabdian yang relevan dengan tantangan zaman. Inilah semangat yang ingin kita bawa dalam Transformasi Melayani Negeri,” ujarnya.

PANRB Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang kebersamaan internal, tetapi juga momentum memperkuat semangat kolaborasi. Melalui transformasi yang terarah, Kementerian PANRB menargetkan birokrasi yang semakin profesional, responsif, dan hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *