Press "Enter" to skip to content

Perkuat Daya Gentar Maritim, TNI AL dan Rusia Gelar Latma Orruda 2026 di Vladivostok

Social Media Share

Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama Panglima Armada Pasifik Rusia Admiral Viktor Nikolayevich Liina secara resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Orruda 2026 di Vladivostok, Rusia. Upacara pembukaan tetap berlangsung khidmat di tengah guyuran hujan. (Foto: Ist)

RUSIA, NP — TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan kiprahnya di panggung maritim internasional. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama Panglima Armada Pasifik Rusia Admiral Viktor Nikolayevich Liina secara resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Orruda 2026 di Vladivostok, Rusia, Jumat (24/7/2026).

Digelar dalam kondisi cuaca hujan, upacara pembukaan Latma Orruda 2026 tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat. Latihan ini menjadi momentum strategis bagi kedua angkatan laut untuk meningkatkan interoperabilitas, menguji kesiapan tempur, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan maritim Indonesia-Rusia.

Latma Orruda 2026 akan berlangsung melalui dua tahap utama, yakni Harbour Phase (fase pelabuhan) dan Sea Phase (fase laut). Kedua fase tersebut dirancang untuk menguji kemampuan operasi bersama, koordinasi taktis, serta profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika keamanan maritim yang semakin kompleks.

Dalam latihan kali ini, TNI AL mengerahkan 145 prajurit, satu kapal perang Republik Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai, satu helikopter Panther, serta satu tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebagai representasi kekuatan dan kesiapan unsur laut Indonesia.

Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa Latma Orruda 2026 bukan sekadar latihan militer, melainkan bagian dari diplomasi pertahanan yang membawa kepentingan strategis Indonesia.

“Latihan bersama ini akan menguji ketangguhan dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut sebagai duta diplomasi, sekaligus memperkuat daya tangkal (deterrence effect) serta mempererat hubungan antar kedua negara,” kata Kasal.

Menurut Kasal, keterlibatan TNI AL dalam latihan internasional merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus membangun kepercayaan dengan negara-negara mitra.

Sebelum pembukaan latihan, kedua pimpinan angkatan laut telah melaksanakan pertemuan bilateral yang menegaskan hubungan historis Indonesia dan Rusia. Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas kerja sama pertahanan maritim, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan laut di kawasan.

Dalam agenda bilateral itu, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama jangka panjang, mulai dari pelaksanaan Passing Exercise (Passex), peningkatan skala latihan bersama, pertukaran prajurit ahli (expert exchange) di bidang peperangan kapal selam (underwater warfare), hingga kerja sama strategis lainnya.

Penguatan hubungan pertahanan tersebut sejalan dengan upaya TNI AL dalam membangun postur kekuatan laut Indonesia yang modern, tangguh, dan memiliki daya gentar. Melalui kerja sama internasional, TNI AL terus memperluas jejaring kemitraan maritim untuk mendukung kepentingan nasional.

Latihan Orruda 2026 menjadi bukti konkret implementasi politik luar negeri bebas aktif Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut diterjemahkan TNI AL melalui penguatan diplomasi maritim dan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *