Dua pemain Timnas bola voli putra berusaha memblok Spike salah satu pemain bola voli putra Hong Kong dan Timnas bola voli putra Indonesia U18 mengakhiri kemenangan dengan skor 3-0 di Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, China, Selasa (14/7/2026). Foto : PBVSI
HAIKOU, NP – Tim nasional bola voli putra Indonesia U18 mengakhiri penantian kemenangan pada Kejuaraan Bola Voli Putra U18 Asia 2026. Garuda Muda menaklukkan Hong Kong 3-0 di Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, China, Selasa (14/7/2026).
Indonesia menguasai jalannya pertandingan sejak set pertama. Pasukan Merah Putih mengamankan kemenangan dengan skor 25-16, 25-14, dan 25-20.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Indonesia setelah gagal memetik hasil positif dalam dua pertandingan sebelumnya di grup A.
Pelatih timnas voli putra Indonesia U18 Odyk Hermanto menilai perubahan mental bertanding menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan atas Hong Kong.
Ia mengatakan para pemain sempat tampil tegang dan kurang berani mengambil risiko ketika menghadapi China dan Chinese Taipei.
“Pada dua pertandingan awal, anak-anak masih gugup dan bermain terlalu hati-hati karena ingin memenuhi target,” ujar Odyk, Selasa (14/7/2026).
Situasi berbeda terlihat saat melawan Hong Kong. Menurut Odyk, para pemain mampu menikmati pertandingan sekaligus menjalankan pola permainan yang telah disiapkan.
“Pada pertandingan ini, mereka bermain lebih lepas. Sistem permainan berjalan dan mereka dapat mengatur ritme dengan baik,” katanya.
Odyk berharap penampilan tersebut dapat dipertahankan pada laga selanjutnya. Ia menilai peluang Indonesia tetap terbuka apabila pemain mampu mengatasi tekanan.
“Selama mereka bermain tanpa beban serta tetap mengikuti taktik dan sistem yang kami berikan, peluang itu ada. Hal paling penting adalah mereka harus bermain lepas,” ucapnya.
Sebelum meraih kemenangan atas Hong Kong, Indonesia menelan kekalahan tiga set langsung dari Chinese Taipei di Wuyuanhe Gymnasium, Senin (13/7/2026).
Pada laga tersebut, Indonesia menyerah dengan skor 30-32, 16-25, dan 24-26. Garuda Muda sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat, khususnya pada set pertama dan ketiga.
Set pembuka berlangsung panjang karena kedua tim saling mengejar angka hingga melewati poin ke-25. Indonesia beberapa kali berhasil menahan laju Chinese Taipei, tetapi akhirnya kalah 30-32.
Permainan Indonesia menurun pada set kedua. Chinese Taipei memanfaatkan keadaan tersebut untuk membangun keunggulan dan mengakhiri set dengan skor 25-16.
Indonesia kemudian kembali memberikan tekanan pada set ketiga. Persaingan berlangsung ketat hingga poin-poin terakhir, sebelum Chinese Taipei memastikan kemenangan 26-24.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia belum mengantongi kemenangan dalam dua laga pertama grup A.
Pada pertandingan pembuka, Minggu (12/7/2026), Indonesia juga harus mengakui keunggulan tuan rumah China dengan skor 1-3.
Garuda Muda kehilangan dua set awal dengan skor 23-25 dan 24-26. Indonesia sempat memperpanjang pertandingan setelah merebut set ketiga 25-21, tetapi China menutup set keempat dengan skor 25-20.







Be First to Comment