Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan kecelakaan di perlintasan sebidang di Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026). (Foto: Tangkapan layar)
MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan perkembangan penanganan insiden kecelakaan di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) pukul 14.34 WIB.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan berkat kerja sama seluruh petugas di lapangan, pada pukul 16.30 WIB jalur hulu dan hilir telah berhasil dibuka kembali sehingga dapat dilalui perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas 5 km/jam guna menjamin keselamatan operasional.
“KAI Daop 7 Madiun akan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan. Seluruh langkah pemulihan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian hingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal,” ujar Tohari dalam keterangan pers, Kamis (9/7/2026).
Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, yakni:
KA 154 Ranggajati mengalami kelambatan 131 menit.
KA 6 Argo Semeru berangkat kembali dari Stasiun Saradan pukul 16.36 WIB dengan kelambatan 99 menit.
KA 10 Argo Wilis berangkat kembali dari Stasiun Caruban pukul 16.37 WIB dengan kelambatan 58 menit.
KA 247 Logawa diperkirakan berangkat dari Stasiun Bagor pukul 17.45 WIB dengan estimasi kelambatan 192 menit.
KA 151 Brantas berangkat kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.28 WIB dengan kelambatan 92 menit.
KA 251B Jayakarta berangkat kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.41 WIB dengan kelambatan 79 menit.
Sesuai ketentuan yang berlaku, KAI akan memberikan service recovery kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan akibat insiden tersebut.
KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perseroan terus berupaya mempercepat normalisasi operasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
Selain itu, Tohari menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sopir truk dalam kecelakaan tersebut serta turut prihatin terhadap para pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani penanganan di rumah sakit terdekat.
“Kami juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kiri dan kanan, pastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta dahulukan perjalanan kereta api. Kedisiplinan pengguna jalan merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” kata Tohari. (red)







Be First to Comment