Suasana penutupan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat. Kontingen Sulawesi Utara (Sulut) tampil sebagai juara umum dengan mendominasi kompetisi paduan suara gerejawi tingkat nasional serta membawa pulang Piala Presiden dan Piala Menteri Agama. (Foto: Kemenag)
PAPUA BARAT, NP – Kontingen Sulawesi Utara (Sulut) tampil dominan dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat. Sulut memborong gelar Champions di sejumlah kategori bergengsi sekaligus membawa pulang Piala Presiden dan Piala Menteri Agama.
Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung pada 18–28 Juni 2026 itu menempatkan Sulut sebagai juara tertinggi pada empat kategori utama, yakni Paduan Suara Dewasa Campuran, Musik Gerejawi Nusantara, Paduan Suara Pria, dan Paduan Suara Wanita.
Tak hanya itu, kontingen Sulut juga berhasil meraih gelar Champions pada kategori Grand Prix yang merupakan penghargaan tertinggi dalam keseluruhan rangkaian festival.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada acara penutupan Pesparawi XIV. Turut mendampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane M. Tulung.
Selain Sulawesi Utara, sejumlah provinsi lain juga berhasil menjadi juara di berbagai kategori, yakni Musik Pop Gerejawi diraih Provinsi Maluku, Vokal Grup oleh Provinsi Papua Barat Daya, Solo Anak Usia 11–15 Tahun oleh Provinsi Sumatera Utara, Solo Anak Usia 7–10 Tahun oleh Provinsi Papua Barat Daya, Solo Remaja Putra oleh Provinsi DKI Jakarta, Solo Remaja Putri oleh Provinsi Jawa Timur, serta Paduan Suara Remaja Pemuda oleh Provinsi Kalimantan Timur.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi dedikasi seluruh peserta dari 38 provinsi yang mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, Pesparawi bukan semata-mata kompetisi untuk memperebutkan gelar juara.
“Di panggung Pesparawi Nasional XIV ini, tidak ada satupun pihak yang kalah. Anda semua yang berdiri di sini, yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berlatih dan mengalunkan pujian, adalah para pemenang sejati,” ujar Menag, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Senin (29/6/2026).
Ia juga mengingatkan para pemenang agar tidak larut dalam euforia kemenangan, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui musik gerejawi.
“Para juara tetap menjaga kerendahan hati dan menjadikan keberhasilan tersebut sebagai pemacu untuk meningkatkan semangat pelayanan melalui musik gerejawi,” pesan Menag.
Pesparawi Nasional XIV diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang peningkatan mutu musik gerejawi, festival tiga tahunan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta merawat semangat toleransi di tingkat nasional. (red)







Be First to Comment