Ilustrasi – Penumpang menunggu kedatangan kereta di peron stasiun pada masa libur sekolah. KAI mengingatkan pelanggan untuk mengatur barang bawaan sesuai ketentuan demi menjaga kenyamanan bersama selama perjalanan.(Foto: Dok.KAI)
JAKARTA, NP – Masa libur sekolah menjadi momen yang dinanti banyak keluarga untuk pulang ke kampung halaman, berwisata, atau mengajak anak-anak menikmati perjalanan dengan kereta api. Di tengah meningkatnya mobilitas tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan pelanggan agar menyiapkan perjalanan secara cermat, termasuk mengatur barang bawaan sesuai ketentuan bagasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kenyamanan perjalanan berawal dari persiapan sederhana sejak di rumah. Ia menekankan pentingnya memilih barang yang benar-benar dibutuhkan, mengemas bawaan dengan rapi, serta memahami batas bagasi sebelum berangkat.
“Liburan sekolah biasanya identik dengan koper, tas anak, bekal, dan oleh-oleh. KAI mengajak pelanggan membawa barang secukupnya agar ruang di dalam kereta tetap nyaman, lorong tetap lapang, dan perjalanan bersama keluarga terasa lebih menyenangkan,” ujar Anne dalam keterangan pers, Rabu (24/6/2026).
KAI menetapkan setiap pelanggan berhak membawa bagasi gratis maksimal 20 kilogram dengan volume 100 dm³, dimensi 70 cm × 48 cm × 30 cm, serta paling banyak empat koli atau item. Barang tersebut wajib ditempatkan di rak bagasi di atas tempat duduk atau area yang telah disediakan.
Ketentuan ini menjadi penting terutama pada masa libur sekolah ketika jumlah penumpang meningkat. Penataan barang yang baik tidak hanya menjaga kenyamanan diri sendiri, tetapi juga memberi ruang bagi penumpang lain serta membantu kelancaran proses boarding dan perjalanan.
Untuk barang bawaan lebih dari 20 kilogram hingga maksimal 40 kilogram, atau volume hingga 200 dm³ dengan dimensi 70 cm × 48 cm × 60 cm, pelanggan masih diperbolehkan membawanya ke dalam kereta dengan dikenakan biaya kelebihan bagasi. Tarifnya ditetapkan Rp10.000 per kilogram untuk kelas eksekutif, Rp6.000 per kilogram untuk kelas bisnis, dan Rp2.000 per kilogram untuk kelas ekonomi.
Sementara itu, barang dengan berat di atas 40 kilogram atau ukuran melebihi ketentuan tidak diperkenankan dibawa ke dalam kereta. KAI menyarankan pelanggan memanfaatkan layanan pengiriman barang untuk membawa muatan besar agar perjalanan tetap nyaman dan tertib.
Selain soal berat dan ukuran, KAI juga menegaskan larangan membawa sejumlah barang tertentu seperti hewan peliharaan, narkotika, psikotropika, senjata api atau tajam tanpa izin resmi, bahan peledak, barang mudah terbakar, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Anne menambahkan bahwa aturan bagasi bukan sekadar ketentuan teknis, melainkan bagian dari etika perjalanan bersama. Dalam satu perjalanan kereta, setiap pelanggan berbagi ruang dengan berbagai kalangan, termasuk keluarga, anak-anak, lansia, hingga penumpang jarak jauh.
“Kereta api adalah ruang perjalanan bersama. Dengan membawa barang secukupnya, pelanggan ikut menjaga kenyamanan orang lain, memperlancar boarding, dan membuat suasana liburan terasa lebih hangat,” kata Anne.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap program Diskon Transportasi 30% pada masa libur sekolah terus menunjukkan peningkatan. Program dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini berlaku untuk keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli 2026 pada layanan kelas ekonomi komersial.
Berdasarkan data per 24 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, dari total kapasitas 1.174.624 kursi, sebanyak 779.093 tiket telah terjual atau setara 66,33 persen. Dengan demikian, masih tersedia 395.531 kursi diskon yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama kuota masih tersedia.
Pola perjalanan liburan juga terlihat dari tingginya permintaan pada sejumlah relasi favorit, seperti Lempuyangan–Pasarsenen, Pasarsenen–Lempuyangan, Pasarsenen–Yogyakarta, Sukabumi–Bogor Paledang, hingga Semarang Tawang Bank Jateng–Solo Balapan.
Dari sisi layanan, sejumlah kereta mencatat volume penumpang tertinggi, di antaranya KA Joglosemarkerto, KA Ambarawa Ekspres, KA Pangrango, KA Sawunggalih, dan KA Jayakarta. Data ini menunjukkan liburan sekolah masih menjadi pendorong utama mobilitas antarkota dan perjalanan wisata keluarga di berbagai daerah.
Anne mengajak masyarakat yang belum mendapatkan tiket agar segera merencanakan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, atau kanal resmi penjualan tiket lainnya. Ia juga mengingatkan agar penumpang memeriksa kembali jadwal keberangkatan, identitas, serta ketentuan bagasi sebelum berangkat.
“Masih ada ratusan ribu tempat duduk diskon yang bisa dimanfaatkan pelanggan. Kami berharap liburan sekolah tahun ini menjadi perjalanan yang aman, tertib, nyaman, dan penuh cerita baik bagi keluarga Indonesia,” tutupnya. (red)







Be First to Comment