Press "Enter" to skip to content

Dansatdik AAL Tanamkan Nilai Bela Negara kepada Peserta SPPI Kampung Nelayan Merah Putih

Social Media Share

Dansatdik AAL Kolonel Marinir Kakung Priyambodo memberikan materi Bela Negara kepada peserta SPPI Program Kampung Nelayan Merah Putih di Akademi Angkatan Laut Surabaya.(Foto: Ist)

SURABAYA, NP – Akademi Angkatan Laut (AAL) menanamkan nilai-nilai dasar Bela Negara kepada peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah mengikuti Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) di lingkungan AAL Surabaya.

Komandan Satuan Pendidikan (Dansatdik) AAL, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, S.T., M.Han., mengatakan pembekalan tersebut bertujuan membentuk karakter peserta agar memiliki semangat patriotisme, nasionalisme, disiplin, integritas, dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal dalam menjalankan tugas pembangunan di tengah masyarakat.

“Materi Bela Negara diberikan dengan tujuan membentuk karakter peserta agar memiliki semangat patriotisme, nasionalisme, disiplin, integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal utama bagi para peserta untuk menjalankan tugas sebagai agen perubahan dan penggerak pembangunan di tengah masyarakat,” ujar Kakung dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, materi Bela Negara menjadi bagian penting dalam keseluruhan kurikulum Diksarmil karena tidak hanya membangun ketangguhan mental dan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

AAL bersama unsur penyelenggara mendapat amanah untuk mendidik dan melatih peserta SPPI melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Secara khusus, Satdik AAL dipercaya menyelenggarakan Diksarmil bagi peserta Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul yang akan menggerakkan pembangunan di wilayah pesisir Indonesia.

Peserta SPPI Program Kampung Nelayan Merah Putih dengan antusias mengikuti rangkaian Pendidikan Dasar Militer di Akademi Angkatan Laut Surabaya sebagai bagian dari pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat Bela Negara. (Foto: Ist)

Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan, memperkuat perekonomian masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Program tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan dan jiwa pengabdian yang kuat.

Dukungan terhadap program tersebut juga diberikan oleh TNI Angkatan Laut. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki semangat Bela Negara.

Sementara itu, Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso mendukung penuh pelaksanaan program dengan menyiapkan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Satdik AAL mendapat alokasi sebanyak 478 peserta didik yang seluruhnya perempuan dengan latar belakang pendidikan beragam, mulai dari bidang kelautan, perikanan, ekonomi, sosial, pendidikan, hingga disiplin ilmu lainnya.

Sejak pembukaan pendidikan pada 17 Juni 2026, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Berbagai materi diberikan untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menjalankan tugas di masa mendatang.

Para peserta akan mengikuti Diksarmil selama satu bulan, kemudian dilanjutkan pendidikan manajerial selama dua pekan yang diberikan oleh dosen dan tenaga ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Materi tersebut difokuskan pada pengelolaan dan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih agar peserta memiliki kemampuan mendampingi, memberdayakan, serta mengembangkan potensi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Melalui program ini, pemerintah berharap lahir sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat pesisir dan nelayan. Dengan bekal semangat Bela Negara, disiplin, profesionalisme, dan jiwa pengabdian yang ditanamkan selama pendidikan, para peserta diharapkan mampu mendukung dan menyukseskan program-program strategis pemerintah menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *