Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi meninjau jajaran lulusan Pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL) Angkatan XVIII TA 2025 pada upacara penutupan pendidikan di Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2026). Para lulusan dibekali kemampuan khusus antiteror untuk mendukung operasi maritim TNI AL.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi menghadiri upacara penutupan Pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL) Angkatan XVIII Tahun Anggaran 2025 di Kesatrian Arthur Solangs, Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2026).
Pendidikan tersebut menandai berakhirnya proses pembentukan prajurit antiteror aspek laut yang profesional, tangguh, dan memiliki kemampuan khusus dalam menghadapi berbagai ancaman maritim. Sebanyak 11 personel berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan resmi menyandang kualifikasi sebagai personel Denjaka TNI Angkatan Laut.
Dalam amanat Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah yang dibacakan pada upacara tersebut, disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pendidikan dengan aman, tertib, dan lancar. Dankodiklatal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil menuntaskan pendidikan dengan baik.
“Selamat dan sukses kepada 11 personel yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut Angkatan XVIII Tahun Anggaran 2025. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama mengikuti pendidikan,” demikian amanat Dankodiklatal.
Selama mengikuti pendidikan, para siswa menerima berbagai materi dan latihan yang dirancang untuk membentuk kemampuan operasional khusus, mulai dari teknik menjaga keselamatan diri dalam berbagai kondisi medan dan cuaca ekstrem hingga penguasaan kemampuan sebagai pasukan antiteror, antisabotase, dan antiklandestin beraspek laut.
Menurut Dankodiklatal, berbagai keterampilan tersebut diharapkan mampu membentuk prajurit yang memiliki moral, mental, pengetahuan, serta kemampuan teknis yang mumpuni dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi.
“Pendidikan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar. Tingkatkan terus kompetensi melalui latihan berkelanjutan, ikuti perkembangan situasi strategis, serta kuasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung keberhasilan tugas di masa mendatang,” ujarnya.
Selain kemampuan dasar antiteror, para lulusan juga dibekali keterampilan khusus di bidang intelijen, komando, kelautan dan keparaan, demolisi, penjinakan bahan peledak, hingga penanganan ancaman nuklir, biologi, dan kimia. Bekal kemampuan tersebut menjadi syarat utama bagi personel Denjaka sebagai satuan elite TNI Angkatan Laut yang memiliki tugas khusus dalam operasi penanggulangan teror di lingkungan maritim.
Dengan berakhirnya pendidikan tersebut, para mantan siswa PTAL Angkatan XVIII secara resmi menjadi anggota Denjaka Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Mereka diharapkan senantiasa menjaga kehormatan satuan, meningkatkan profesionalisme, dan siap melaksanakan setiap tugas operasi yang diamanatkan negara.
Pada akhir upacara, dilakukan prosesi penanggalan tanda siswa dan penyematan brevet Antiteror Aspek Laut secara simbolis kepada perwakilan lulusan. Pangkormar juga turut menyematkan brevet tersebut serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pangkormar menyampaikan terima kasih kepada para instruktur, pelatih, dan pembimbing yang telah memberikan dedikasi terbaik selama proses pendidikan berlangsung sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar.
Upacara penutupan turut dihadiri para Pejabat Utama Markas Komando Korps Marinir serta Pejabat Utama Koarmada RI. (red)







Be First to Comment