Para Perwira Siswa Seskoal menyimak kuliah umum bertema keamanan maritim global yang disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI dalam kegiatan di Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo yang diwakili Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M. dalam rangka memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal angkatan ke-65 TA 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran UNCLOS 1982 dan Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Keamanan Maritim Global” dan berlangsung di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (08/06/2026).
Dalam sambutan pengantarnya yang dibacakan oleh Wadan Seskoal, Danseskoal menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri RI. Ia menegaskan bahwa kuliah umum tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan strategis para perwira siswa, terutama dalam mengintegrasikan aspek militer dan diplomasi. “Atas nama seluruh civitas akademika Seskoal, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Wakil Menteri Luar Negeri RI Bapak Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M. memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal angkatan ke-65 TA 2026. Kepada seluruh Pasis Dikreg Seskoal agar menyimak materi yang disampaikan dan gali pemikiran strategis untuk memperluas cakrawala berpikir strategis, terutama dalam menyinergikan kekuatan militer dengan diplomasi luar negeri,” demikian sambutan tersebut.
Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno menekankan bahwa kekuatan maritim Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan armada laut semata, tetapi juga oleh faktor geografis, cara berpikir strategis, serta inovasi di bidang hukum dan diplomasi. Ia menegaskan pentingnya integrasi seluruh elemen tersebut dalam menghadapi dinamika keamanan global. “Gagasan keamanan maritim bangsa Indonesia tidak hanya berasal dari jumlah kekuatan kapal perang saja tetapi juga pada geografi, cara berpikir serta inovasi hukum dan diplomasi Indonesia. Semua kekuatan ini, apabila disatukan serta memperhatikan perkembangan teknologi baru, akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki sea control dan sea denial yang akan dihormati bangsa-bangsa lain. Bangsa Indonesia yang memahami geografinya sebagai kesatuan akan mepertahankan keseluruhan dan memperkuat setiap bagiannya,” ujarnya.
Kuliah umum tersebut berlangsung interaktif dan menjadi bagian dari penguatan pemahaman strategis Pasis Dikreg Seskoal dalam menghadapi tantangan keamanan maritim global yang semakin kompleks.(red)







Be First to Comment