Press "Enter" to skip to content

Persebaya Academy Gelar Football Festival, Ajang Pembinaan dengan Pendekatan Healthy Competition

Social Media Share

Aksi siswa akademi dalam sebuah pertandingan Persebaya Academy Foot-Ball Festival yang di gelar di – B Arena, Sabtu (18/4/2026). Foto Persebaya Akademi

 

SURABAYA, NP – Persebaya Surabaya terus memperkuat fondasi pembinaan usia dini melalui program

Persebaya Academy Football Festival. Acara itu digelar di B-Arena, Sabtu 18 Mei 2026.

Persebaya Academy Football Festival merupakan ajang yang dirancang bukan sekadar kompetisi, tetapi

sebagai ruang belajar dan unjuk kemampuan bagi para siswa akademi.

Football Festival ini menjadi wadah showcase hasil latihan pemain selama mengikuti program di Persebaya

Academy. Tapi bedanya dengan di tempat lain, ajang ini menggunakan pendekatan healthy competition.

Di dalamnya menekankan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai tahap perkembangan usia.

Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, Football Festival mengedepankan pengalaman bermain yang

berkesan, tanpa tekanan berlebihan. “Fokus utama bukan pada hasil akhir, tapi proses pembelajaran,

keberanian tampil, serta penguatan karakter pemain muda,” kata Intan Permatasari dari Senior Manager

Sports Academy DBL Indonesia, yang juga membawahi Persebaya Academy.

Tekankan Karakter, Bukan Sekadar Skor

Salah satu pembeda utama Football Festival adalah penilaian berbasis Champions Character. Setiap

pertandingan akan dipantau oleh coach yang mencatat aspek-aspek seperti sportivitas, kerjasama tim,

hingga semangat juang pemain.

Sebagai bentuk apresiasi, pemain yang menunjukkan sikap sportif bahkan bisa mendapatkan green card,

sebuah simbol penghargaan atas perilaku positif di lapangan.

Di akhir rangkaian festival, penghargaan tidak hanya diberikan kepada tim terbaik, tetapi juga individu

dengan kategori seperti MVP, top scorer, best passer, hingga most defensive player

Format Berjenjang Sesuai Usia

Program ini dibagi ke dalam beberapa kategori usia. Mulai dari stage Mini (usia 6-8 tahun), Youngster

(9-10), Junior (11-12), Prospect (13-14), dan Future (15-18). Setiap kategori memiliki pendekatan berbeda,

baik dari sisi format pertandingan maupun tujuan pengembangan pemain.

Pada stage Mini, misalnya, pertandingan dikemas dalam format sederhana seperti 3v3 atau 4v4 tanpa

penjaga gawang. Durasi permainannya pun dibuat lebih singkat. Bahkan, di stage Mini sampai Junior

sampai skor tidak ditampilkan untuk menekankan bahwa kemenangan bukan indikator utama keberhasilan.

Bedanya, pada level Youngster dan Junior, pemain mulai diperkenalkan pada konsep permainan tim yang

lebih kompleks, termasuk peran posisi, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab dalam permainan.

Sedangkan di level Prospect dan Future, atmosfer pertandingan sudah mendekati level kompetitif dengan

standar permainan yang mengacu pada regulasi FIFA.

Sistem Kompetisi Home-Away dan Penggunaan Statistik

Football Festival dilaksanakan dalam format empat leg setiap semester dengan sistem home away, yang

digelar secara bertahap pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.

Komposisi pemain merupakan gabungan dari siswa yang selama ini mengikuti pelatihan weekday dan

weekend. Pembentukan timnya didasarkan pada sistem drawing yang dilakukan saat technical meeting,

atau bahkan langsung sebelum pertandingan untuk memastikan pemerataan kualitas tim.

Meskipun konsep dari “mini turnamen” ini lebih santai, tapi Persebaya Academy mengadopsi beberapa

standar pemantauan perkembangan anak. Intan menunjukkan keseriusan program ini salah satunya

ditunjukkan dengan adanya tim analis dan statistik. Persebaya Academy, lanjut Intan, bekerjasama dengan

Tim Sport Performance Analyst dari prodi D4 Analisa Performa Olahraga, Universitas Negeri Surabaya

(Unesa) untuk melakukan pencatatan dan pengolahan data statistik para pemain.

Pengalaman Kompetisi yang Holistik

Football Festival juga dirancang agar semua pemain mendapatkan kesempatan bermain yang merata.

Selain itu, regulasi permainan juga disesuaikan untuk menjaga keselamatan pemain, seperti larangan

tackling keras atau slide tackle pada kelompok usia tertentu.

Dengan konsep ini, Persebaya Academy tidak hanya membentuk pemain yang kompetitif, tetapi juga

menanamkan nilai-nilai fundamental dalam sepak bola: sportivitas, kerjasama, dan kecintaan terhadap

permainan.

“Lewat Football Festival ini, Persebaya Academy mencoba membuktikan bahwa pembinaan usia dini tidak

harus selalu tentang menang atau kalah. Namun lebih penting dari itu, tentang bagaimana membangun

karakter dan pengalaman bermain yang akan menjadi bekal di masa depan,” terang Intan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *