Press "Enter" to skip to content

Unhan RI Resmi Tutup Pelatihan Keamanan Siber Bersama PT Thales

Social Media Share

Wakil Rektor IV Unhan RI memberikan arahan dan motivasi saat menutup rangkaian pelatihan keamanan siber.(Foto: Ist)

BOGOR, NP – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menutup secara resmi rangkaian Cyber Security Training yang digelar bekerja sama dengan PT Thales, Rabu (9/4/2026). Acara penutupan dipimpin oleh Wakil Rektor IV Unhan RI, Laksamana Muda TNI Buddy Suseto, S.E., M.Si (Han)., Ph.D.

Pelatihan yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 9 April 2026 ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertahanan siber, seiring meningkatnya kompleksitas ancaman digital yang bersifat lintas batas.

Dalam sambutannya, Buddy Suseto menekankan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Sebaliknya, momen ini menjadi titik awal bagi peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.

Peserta pelatihan siber mengikuti sesi terakhir dengan antusias di Universitas Pertahanan RI.(Foto: Ist)

“Kompetensi yang didapat selama pelatihan ini harus diwujudkan dalam praktik nyata, dengan menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan etika dalam menjaga keamanan siber,” ujarnya.

Selama dua pekan, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif yang mencakup berbagai aspek keamanan siber, mulai dari incident response, cyber threat intelligence, hingga threat hunting. Selain itu, peserta juga dilatih dalam investigasi lanjutan seperti digital forensics, analisis malware, dan network forensics.

Metode pelatihan menekankan praktik melalui studi kasus, simulasi krisis, dan wargame simulation, agar peserta memahami dinamika ancaman siber modern yang kompleks dan asimetris.

Mr. Julien, perwakilan PT Thales, menyampaikan sambutan pada penutupan Cyber Security Training di Unhan RI.(Foto:Ist)

Dalam konteks pertahanan, kemampuan siber yang tangguh menjadi semakin penting. Ancaman tidak lagi sebatas gangguan sistem informasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas nasional dan keamanan infrastruktur strategis.

Buddy Suseto menambahkan, sistem keamanan siber yang kuat perlu dibangun melalui pendekatan terpadu yang mencakup lima fungsi utama: identifikasi, perlindungan, deteksi, respons, dan pemulihan.

Foto bersama menutup pelatihan siber yang digelar bekerja sama dengan PT Thales, sebagai wujud kolaborasi pendidikan dan industri.(Foto: Ist)

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dalam menjawab tantangan global di era digital. Unhan RI berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara teknis, memiliki karakter, disiplin, dan komitmen terhadap kepentingan bangsa.

“Penguasaan teknologi harus selalu diarahkan untuk kepentingan nasional dan tidak disalahgunakan,” tegas Buddy.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta dinyatakan berhasil menyelesaikan pelatihan dan menerima sertifikat sebagai pengakuan atas kompetensi yang diperoleh. Unhan RI berharap hasil pelatihan dapat diimplementasikan dalam kegiatan akademik, penelitian, serta pengembangan teknologi pertahanan, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem pertahanan nasional. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *