Press "Enter" to skip to content

Pemerintah Pacu Investasi Migas dan Energi Terbarukan

Social Media Share

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan percepatan implementasi proyek Blok Masela dan investasi transisi energi nasional, di Tokyo, Senin (30/3/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah strategis di sektor energi, baik melalui penguatan investasi migas maupun pengembangan energi baru dan terbarukan, di tengah dinamika geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi dua agenda utama, yakni percepatan investasi transisi energi serta penyelesaian proyek strategis Blok Masela.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya ditugaskan untuk memastikan percepatan investasi transisi energi dan penyelesaian proyek Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026). Pernyataan itu disampaikannya di sela kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

Bahlil menjelaskan, proyek Blok Masela yang telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah pertemuan intensif sepanjang 2025. Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal USD20,9 miliar, yang berpotensi meningkat seiring penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS). Total nilai investasi diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun, sekaligus menegaskan dominasi sektor ESDM dalam struktur investasi.

“Tahun ini, tender EPC akan dilaksanakan dan FEED diselesaikan. Kami minta percepatan implementasinya,” tegasnya. Bahlil menekankan, percepatan proyek ini akan memperkuat ketahanan energi nasional, karena Blok Masela merupakan proyek migas berskala besar yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia. Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional.

Selain penguatan sektor migas, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Pemanfaatan geotermal, air, surya, hingga angin akan terus didorong selama teknologinya efisien dan kompetitif. “Percepatan transisi energi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian global. Selama teknologinya efisien, kami akan dorong penggunaannya,” ujar Bahlil.

Ia juga memastikan pemerintah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri, untuk menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional di tengah dinamika geopolitik.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri gas dan transisi energi global. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *