Press "Enter" to skip to content

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan Jelang Ramadan 2026

Social Media Share

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad saat meninjau sarana dan prasarana pendukung operasional Masjid Negara IKN, Rabu (7/1/2026). (Foto: Ist)

KALTIM, NP – Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) siap digunakan menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad usai melakukan kunjungan dan rapat koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) di Masjid Negara IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (7/1/2026).

Abu Rokhmad menjelaskan, kunjungan dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi fisik masjid setelah pembangunan oleh pihak penyedia jasa dinyatakan selesai. Peninjauan meliputi area utama masjid, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, podium khotbah, ruang pengimaman, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Selain pengecekan fisik, kami juga menginventarisasi sejumlah kelengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal. Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar masjid benar-benar siap, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan masyarakat saat Ramadan,” ujar Abu Rokhmad, dikutip dari laman Kemenag, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan, Masjid Negara IKN harus merepresentasikan wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif. Karena itu, pengelolaannya ke depan perlu ditopang oleh sistem idarah, takmir, dan riayah yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang komprehensif.

Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya penerapan konsep ekoteologi dalam pembangunan dan pengelolaan Masjid Negara IKN. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi simbol harmoni antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat pembangunan IKN yang berkelanjutan.

Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu menambahkan, Kemenag menyiapkan berbagai rancangan pendukung agar masjid dapat segera dioperasikan, termasuk penguatan sistem pendukung di sekitar kawasan masjid guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi jamaah.

“Masjid Negara IKN harus menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga tata kelola, layanan keagamaan, serta kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya turut menyiapkan sejumlah usulan nama Masjid Negara IKN yang akan diajukan kepada Menteri Agama untuk mendapatkan persetujuan. Penamaan tersebut diharapkan mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, serta visi IKN sebagai kota masa depan.

Arsad menjelaskan, kesiapan masjid tidak hanya diukur dari aspek bangunan, tetapi juga dari kesesuaian ornamen, kaligrafi, serta ketepatan arah kiblat. Seluruh elemen tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan khusyuk dan sesuai kaidah syariah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk OIKN, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi keagamaan, dalam mendukung pengoperasian Masjid Negara IKN. Kolaborasi tersebut dinilai krusial agar masjid dapat berfungsi optimal sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

Kasubdit Kemasjidan Kemenag Nurul Badruttamam menambahkan, pihaknya turut melakukan pengecekan detail terhadap kesiapan sarana dan prasarana masjid, mulai dari area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, hingga aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Nurul juga menyebutkan, Kemenag tengah merancang konsep perpustakaan masjid yang ideal, aman, nyaman, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan fungsi edukatif Masjid Negara IKN. Perpustakaan tersebut diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan representatif.

Seluruh persiapan tersebut dilakukan agar Masjid Negara IKN dapat segera dioperasikan secara bertahap, khususnya untuk menyambut Ramadan 2026. “Masjid ini disiapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *