Menjelang akhir masa Angkutan Nataru 2025/2026, mobilitas penumpang kereta api di Daop 7 Madiun masih tinggi, didominasi arus balik menuju kota asal(Foto: Ist)
MADIUN, NP – Menjelang berakhirnya masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), mobilitas masyarakat pengguna transportasi kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun masih terpantau tinggi. Pergerakan penumpang pada periode ini didominasi arus balik, seiring kembalinya masyarakat ke kota asal untuk menjalani aktivitas rutin.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa pada hari terakhir masa Angkutan Nataru, Minggu (4/1/2026), total volume penumpang yang dilayani di wilayah Daop 7 mencapai 16.703 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 9.134 penumpang berangkat dan 7.569 penumpang datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.
“Data tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi mengalami perubahan hingga seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api pada hari ini selesai beroperasi,” ujar Tohari dalam keterangan resminya, Minggu (4/1/2026).
Akumulasi Penumpang Selama Nataru
Berdasarkan data kumulatif selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 173.189 penumpang berangkat dan 183.887 penumpang datang. Tingginya angka tersebut sejalan dengan peningkatan intensitas operasional perjalanan kereta api guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat selama libur panjang Nataru.
Selama masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan 108 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) serta 90 perjalanan kereta api lokal non-PSO (komersial), dengan rata-rata 11 perjalanan KAJJ dan KA lokal per hari.
Secara keseluruhan, frekuensi perjalanan kereta api yang melintas dan beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun selama periode Nataru mencapai 1.548 perjalanan, terdiri atas 1.152 perjalanan KAJJ atau rata-rata 64 perjalanan per hari, serta 396 perjalanan KA lokal atau rata-rata 22 perjalanan per hari.
“Peningkatan frekuensi perjalanan ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat sekaligus memastikan kelancaran dan keteraturan perjalanan selama masa libur panjang,” jelas Tohari.
Lima Stasiun Terfavorit
Tingginya mobilitas penumpang selama masa Nataru terpusat di lima stasiun utama, yakni Stasiun Madiun, Kediri, Jombang, Blitar, dan Tulungagung. Kelima stasiun tersebut secara keseluruhan melayani 258.109 penumpang.
Rinciannya sebagai berikut:
- Stasiun Madiun: 58.449 penumpang berangkat dan 63.490 penumpang datang
- Stasiun Kediri: 20.630 penumpang berangkat dan 22.054 penumpang datang
- Stasiun Jombang: 16.357 penumpang berangkat dan 17.613 penumpang datang
- Stasiun Blitar: 14.735 penumpang berangkat dan 16.243 penumpang datang
- Stasiun Tulungagung: 13.576 penumpang berangkat dan 14.962 penumpang datang
Menurut Tohari, data tersebut menunjukkan peran strategis wilayah Daop 7 Madiun sebagai simpul transportasi yang menghubungkan Jawa Timur dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.
“Relasi favorit pelanggan dari wilayah Daop 7 Madiun antara lain menuju dan dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, hingga Malang,” ujarnya.
Ketersediaan Tiket dan Komitmen Layanan
KAI Daop 7 Madiun memastikan ketersediaan tempat duduk kereta api masih relatif mencukupi, khususnya untuk sejumlah relasi tertentu. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI guna memperoleh informasi terkini terkait jadwal dan ketersediaan tempat duduk.
“Melalui Access by KAI, pelanggan dapat melakukan pemesanan secara lebih mudah, cepat, dan praktis tanpa harus mengantre di stasiun,” tambah Tohari.
Menutup keterangannya, Tohari menegaskan komitmen KAI untuk terus menjaga kualitas layanan hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan,” pungkasnya. (red)







Be First to Comment