Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto menyerahkan plakat Pushidrosal kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, sekaligus memperkuat sinergi serta kerja sama antarinstansi.
(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Penguatan diplomasi maritim Indonesia membutuhkan dukungan data hidro-oseanografi yang akurat. Hal itu menjadi perhatian utama dalam audiensi Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M., bersama jajaran Kementerian Luar Negeri RI dengan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) di Markas Komando Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/8/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., didampingi Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., serta jajaran pejabat utama Pushidrosal.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya keterpaduan antara kekuatan diplomasi dan penguasaan data maritim dalam memperjuangkan kepentingan nasional, khususnya terkait batas wilayah laut, hak berdaulat Indonesia, serta posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik kawasan.
Danpushidrosal menegaskan, data hidro-oseanografi bukan sekadar informasi teknis, melainkan instrumen strategis negara dalam menjaga kepentingan nasional di laut.
“Sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal memiliki peran yang sangat strategis. Tidak hanya mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan navigasi pelayaran, tetapi juga menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi yang menjadi landasan penting dalam diplomasi maritim Indonesia, termasuk penegasan batas-batas wilayah laut di tingkat internasional,” ujar Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto.
Menurutnya, sinergi antara Pushidrosal dan Kementerian Luar Negeri menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai isu maritim strategis, mulai dari perundingan batas laut antarnegara hingga penguatan implementasi hukum laut internasional.
“Data survei hidro-oseanografi yang akurat menjadi kunci utama dalam mempertahankan kedaulatan serta hak berdaulat Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah laut,” tegasnya.
Audiensi tersebut juga menjadi langkah memperkuat koordinasi antarlembaga dalam memastikan setiap kebijakan dan diplomasi maritim Indonesia memiliki dukungan data ilmiah yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Danpushidrosal menyatakan, pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI melalui penyediaan data pemetaan maritim, dukungan teknis, serta kontribusi keahlian hidro-oseanografi untuk mendukung agenda diplomasi Indonesia di tingkat global.
“Pushidrosal siap memberikan dukungan penuh dalam mendukung tugas-tugas diplomasi Kementerian Luar Negeri RI, khususnya melalui pemanfaatan data hidro-oseanografi, dukungan teknis, dan kepakaran di bidang pemetaan maritim,” ujarnya (red)







Be First to Comment