Dari kiri: Peneliti Herry Mendrofa, Kornelius (Moderator/ Ketua Umum PWRC ). (Foto:Ist)
JAKARTA, NP – Lembaga riset Nawacita Survei Indonesia merilis hasil survei terbaru mereka, salah satunya melihat elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2024. Hasilnya, PDI Perjuangan (PDIP) menempati posisi teratas jika pemilu hari ini dilakukan. Selain itu, Gerindra dan Golkar turut membayangi di posisi kedua dan ketiga
“PDI Perjuangan keluar sebagai pemenang dengan meraup 22,05 persen, disusul Partai Gerindra di 18,93 persen, serta ditempel oleh Partai Golkar sebesar 16,64 persen,”kata Peneliti Nawacita Survei Indonesia, Herry Mendrofa, pada acara rilis laporan hasil survei nasional yang bertajuk “Menakar Kepuasan Publik dan Arah Politik Tahun 2024”, di Jakarta, Kamis (28 /9/2023).
Sementara Partai Demokrat 11,48 persen, PKB 8,36 persen, PKS 7,30 persen, Partai Nasdem 5,98 persen. Dan secara mengejutkan, Perindo mendapatkan 4,51 persen. Adapun PAN hanya 1,89 persen, PSI 0,90 persen, PPP 0,57 persen.
Partai Hanura dan Partai Gelora 0,16 persen, serta Partai Ummat, Partai Garuda, PKN, PBB, dan Partai Buruh hanya mendapatkan 0,08 persen sedangkan yang tidak menjawab atau tidak tahu 0,25 persen.
Ihwal ketokohan atau figur yang mumpuni jika dilakukan Pilpres hari ini, maka Ganjar Pranowo pun ungguli kandidat lainnya dengan meraih 18,03 persen, Prabowo Subianto 15,98 persen, Anies Baswedan 12,05 persen.
“Nama Sandiaga Uno mendapatkan 11,15 persen, Ridwan Kamil 10,57 persen, Erick Thohir 8,20 persen, Mahfud MD 7,46 persen, Puan Maharani 4,43 persen, Airlangga Hartarto 3,52 persen, AHY 2,46 persen, Yenny Wahid 2,05 persen, Muhaimin Iskandar 1,64 persen, Arsjad Rasjid 1,23, TGB M. Zainul Majdi 0,90 persen, Moeldoko 0,66 persen. Sedangkan nama lainnya 0,33 persen, dan yang tidak menjawab atau tidak tahu 0,16 persen,” ujar Herry.
Selain itu mengenai delapan simulasi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2024 mendatang.
“Simulasi pertama ada pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapatkan 39.75 persen dan unggul tipis atas pasangan Prabowo Subianto dan Erick Thohir dengan raihan 38.20 persen serta pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebesar 18.93 persen,” kata Herry.
Pada simulasi kedua pasangan Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno mendapatkan 39.26 persen dan mengungguli pasangan Prabowo Subianto dan Airlangga yang meraup 35.41 persen serta pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebesar 24.02 persen.
“Simulasi ketiga, pasangan Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid mendapatkan 36.72 persen dan menang atas pasangan Prabowo Subianto dan Ridwan Kamil dengan capaian 33.20 persen serta pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebesar 25.08 persen,” ujar Herry.
Simulasi keempat, pasangan Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa meraih 33.28 yang membuat pasangan ini unggul tipis atas pasangan Prabowo Subianto dan Indar Parawansa dengan 30.33 persen serta pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebesar 29.75 persen.
Sementara itu simulasi kelima menempatkan pasangan Prabowo Subianto dan Erick Thohir sukses mengungguli semua kandidat dengan meraih 36.39 persen sedangkan pasangan Ganjar Pranowo dan Arsjad Rasjid mendapatkan 31.97 persen serta pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebesar 27.46 persen.
“Lalu pada simulasi keenam jika Prabowo Subianto dan Yenny Wahid berpasangan akan mampu ungguli semua kandidat dengan meraih 35.82 persen sedangkan pasangan Ganjar Pranowo dan TGB M.Zainul Majdi mendapatkan 31.56 persen serta pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebesar 28.85 persen,” ujar Herry.
Selain itu simulasi ketujuh dengan head to head, jika Ganjar Pranowo dipasangkan dengan Prabowo Subianto sukses mendulang 55.16 persen dan mengalahkan pasangan Anies Baswedan yang menggandeng Muhaimin Iskandar dengan capaian 42.87 persen.
“Pada simulasi head to head lainnya, justru ketika Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ganjar Pranowo mampu mendapatkan 51.56 persen dan sukses mengalahkan pasangan Anies Baswedan yang menggandeng Muhaimin Iskandar yang hanya meraih 46.97 persen,” pungkas Herry Mendrofa.
Survei ini dilakukan sejak 5-20 September 2023 yang lalu. Metode pengambilan sampel yakni Multistage Random Sampling (MRS) serta melibatkan 1220 responden yang berada di 38 Provinsi di Indonesia.
Adapun Margin of Error (MoE) ±2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen selama proses survei berlangsung yang dilakukan oleh Nawacita Survei Indonesia ini.
“Survei ini tidak ada yang memesan. Apalagi ada kandidat capres yang memesan, sama sekali tidak ada. Jadi memang hasil yang kita laporkan harin ini betul-betul murni hasil survei yang dilakukan di lapangan dari 38 provinsi. 1220 responden,”tambah Dirut PT. Media Nawacita Indonesia, Otoli Zebua.
Dia berharap hasil tersebut akan menambah wawasan kepada masyarakat Indonesia. Ke depan Lembaga Riset Nawacita Survei Indonesia bisa menjadi referensi di Indonesia, secara khusus survei tentang politik dan hukum. (red)







Be First to Comment