Press "Enter" to skip to content

Meski Tergolong Veteran, KRI Amboina 503 Tetap Eksis Dukung Satgas Pamrahwan

Social Media Share

JAKARTA, NP – Kapal perang milik Kolinlamil kembali melaksanakan dukungan operasi angkutan laut militer dalam rangka mendukung Satuan tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan). KRI Amboina 503 mengangkut pasukan dari Batalion Infanteri 734 Satria Nusa Samudera dan Yon Armed 8 Uddata Yudha yang melakukan serah terima tanggung jawab tugas Pengamanan Daerah Rawan kepada Batalion Infanteri 732 Banau dan Yon Armed 9 Pasopati di daerah Maluku Utara, Rabu (30/12).
KRI Amboina 503 yang telah mendebarkasikan Batalion Infanteri 734 Satria Nusa Samudera, selanjutnya akan embarkasi Yonif 732 Banau di Dermaga Lanal Tual untuk kembali ke markasnya di Sragen.

KRI jenis LST (Landing Ship Tank) yang berada dibawah pembinaan Satlinlamil 1 Jakarta ini membawa Batalion Infanteri 734 Satria Nusa Samudera dan Yon Armed 8 dari Maluku Tenggara dan tiba di Tual pada malam hari. Kemudian pada kapal ini dilaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah mata rantai covid 19.

Setelah melaksanakan protokol kesehatan, dilaksanakan debarkasi dan embarkasi personel, materil dan kendaraan. Selanjutnya dilaksanakan pengarahan kepada personel satgas baru oleh pihak Korem Babullah yang memaparkan situasi kondisi Maluku Utara secara global.

“KRI Amboina 503 dalam kondisi siap operasi. Mesin dan sistem Sewaco kondisi prima setelah dilaksanakan perawatan dan pemeliharaan rutin. Para prajurit pun dalam kondisi siap dan telah di SWAB antigen covid 19. Semua dinyatakan non reaktif,” ujar Letkol Laut (P) Agus Yunianto.

Begitupun para prajurit Satgas Pamrahwan Maluku Utara dari Yonif 734 Satria Nusa Samudera dan Yon Armed 8 yang telah melalui protokol kesehatan dan dinyatakan siap melaksanakan tugas operasi.

Pada kesempatan yang sama, Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irvansyah, SH., CHRMP, M.Tr (Opsla) menyatakan KRI Amboina 503, siap melaksanakan tugas dukungan angkutan laut militer mengangkut Satgas Pamrahwan Maluku Utara.

“Sesuai dengan tugas pokoknya dan kondisi prajurit serta kapal, KRI Amboina siap melaksanakan tugas operasi pergeseran Satgas Pamrahwan Maluku Utara,” kata Laksda TNI Irvansyah.

KRI Amboina 503 memang menjadi bagian dari sejarah TNI AL yang termasuk dalam lintasan program MEF (Minimum Essential Force). Meskipun diwujudkan secara update beragam alutsista baru, tetapi pada kenyataan bukan berarti alat perang tua langsung disingkirkan. Sepanjang esensi dan fungsionalitas alat perang masih dibutuhkan, beberapa masih terus digunakan. Yang terpenting sesuai perintah harian Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. Sistem Senjata Armada Terpadu selalu ditingkatkan kesiapan dan kesiapsiagaannya sehingga dapat memiliki daya gerak dan daya gempur yang tinggi. (Pen)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan