Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, secara resmi mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Beach Games (ABG) Sanya 2026 di Sekretariat NOC Indonesia. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, secara resmi mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Beach Games 2026 di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2026), di tengah keterbatasan anggaran.
Sebanyak 22 atlet dari tiga cabang olahraga, yakni speed climbing, basket 3×3, dan voli pantai, akan mewakili Indonesia pada edisi keenam ajang tersebut. Kontingen Indonesia dipimpin Chef de Mission (CdM), Krisna Bayu, yang merupakan Olympian sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia.

“Pemberangkatan atlet ke Sanya (Hainan, Tiongkok) sudah sesuai dengan mekanisme. Karena anggaran agak sulit, kita sangat selektif dalam memberangkatkan atlet dan tetap optimistis,” kata Raja Sapta Oktohari.
Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia di Asian Beach Games merupakan bagian dari rangkaian agenda multievent Asia sepanjang 2026, termasuk Asian Games 2026 yang akan berlangsung pada September–Oktober, serta Asian Indoor and Martial Arts Games pada Desember mendatang.

Dengan demikian, Asian Beach Games menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet nasional sekaligus tolok ukur performa sebelum menghadapi ajang yang lebih besar, seperti Asian Games maupun Youth Olympic Games.

“Saya cukup optimistis tim ini bisa membawa kabar baik bagi Indonesia, apalagi kita memiliki kekuatan di cabang seperti speed climbing yang saat ini termasuk yang terkuat di dunia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Provinsi Hainan, Tiongkok, Fu He Yi, menilai penyelenggaraan Asian Beach Games di Sanya sudah sangat tepat. Selain memiliki panorama pantai yang indah, kondisi cuaca dinilai mampu menambah semangat kompetisi para atlet dari berbagai negara Asia.

“Sekilas, Sanya mirip Bali dengan cuaca terik matahari. Asian Beach Games pertama diselenggarakan di Bali pada Oktober 2008. Jadi, Bali dan Sanya seperti memiliki korelasi dalam hal cuaca, wisata, dan sportivitas atlet,” kata Fu He Yi. (Liu)







Be First to Comment