Press "Enter" to skip to content

Kasus Keracunan MBG di Lombok Timur: Senator Farabi Ingatkan Keselamatan Masyarakat

Social Media Share

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Daerah Pemilihan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muhammad Rifki Farabi. Senator Farabi keracunan akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswi SMK Karya Adi Husada, Rakam, Lombok Timur. (Foto: DPD RI)

LOMBOK TIMUR, NP- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muhammad Rifki Farabi menyoroti tajam kasus keracunan akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswi SMK Karya Adi Husada, Rakam, Lombok Timur.

Senator yang akrab disapa Ustadz Farabi itu meminta pemerintah serta pihak terkait melakukan pengawasan ekstra ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Keracunan akibat MBG ini bukan hal sepele. Perlu pengawasan ekstra ketat supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Keselamatan masyarakat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Farabi dalam konferensi pers, Jumat (22/8/2025).

Lebih lanjut, Farabi mengingatkan bahwa program MBG merupakan ikhtiar Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, menurutnya, keberlangsungan program harus dipastikan benar-benar aman, higienis, terawasi, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebelumnya di SDN 2 Sandubaya Selong mendapat MBG busuk bahkan ada belatungnya. Kini, siswi ada yang keracunan. Jangan sampai terulang untuk ketiga kalinya,” tegas Wakil Ketua PURT DPD RI tersebut.

Sebelumnya, sejumlah siswi kelas XII SMK Karya Adi Husada Lombok Timur dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG yang disajikan di sekolahnya.

Dengan adanya kasus ini, Farabi mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak pelaksana program MBG agar memperketat standar pengolahan, distribusi, dan pengawasan makanan. Hal ini penting agar program yang sejatinya mulia ini benar-benar dirasakan manfaatnya tanpa menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat, khususnya para pelajar. (har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *