Press "Enter" to skip to content

Kakung Priyambodo Bangun Generasi Bahari Lewat Pembinaan Dayung di Longstorage Kwatu

Social Media Share

Program pembinaan berkelanjutan ini tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda bahari yang disiplin, berkarakter, dan berjiwa nasionalis sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa maritim. Foto: Ist)

MOJOKERTO, NP – Kolonel Marinir Kakung Priyambodo terus menunjukkan komitmennya membangun generasi muda bahari Indonesia melalui pembinaan atlet dayung sejak usia dini di Longstorage Kwatu, Kabupaten Mojokerto. Inisiatif yang dijalankan melalui Klub Jung Kwatu itu tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nasionalisme, dan melahirkan generasi tangguh yang siap mengharumkan nama bangsa.

Pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut berkembang menjadi model pemberdayaan potensi wilayah. Sinergi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, masyarakat, pelatih, pengurus, dan para atlet berhasil menciptakan ekosistem pembinaan yang memberi dampak luas. Longstorage Kwatu kini menjadi pusat pembinaan generasi muda bahari, destinasi wisata air edukatif, sekaligus penggerak pertumbuhan UMKM di kawasan sekitar.

Keberhasilan para atlet Jung Kwatu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan atlet berkarakter, disiplin, tangguh, dan berdaya saing. Namun, bagi Kakung Priyambodo, capaian medali bukanlah tujuan utama.

“Membina generasi muda adalah investasi terbesar bangsa. Prestasi memang penting, tetapi membangun karakter, semangat pantang menyerah, disiplin, cinta tanah air, dan jiwa bahari jauh lebih bernilai. Saya meyakini, dari Longstorage Kwatu akan lahir generasi yang kelak menjadi pemimpin dan membawa Indonesia kembali berjaya sebagai bangsa maritim dunia,” ujar Kakung saat mendampingi atlet Jung Kwatu mengikuti seleksi Jawa Timur menuju Kejuaraan Nasional, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, Longstorage Kwatu diproyeksikan menjadi model nasional pemberdayaan kawasan yang mengintegrasikan pembinaan olahraga, pendidikan karakter, pengembangan pariwisata air, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Konsep tersebut diyakini mampu menciptakan manfaat berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.

Kakung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pelatih, orang tua, dan atlet Jung Kwatu yang selama ini berjuang mengembangkan olahraga dayung di Mojokerto.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, pelatih andalan, para orang tua, dan atlet-atlet Jung Kwatu atas semangat, kerja keras, serta pengorbanannya. Teruslah berjuang dengan hati, junjung tinggi sportivitas, dan berikan kemampuan terbaik untuk menjadi Duta Jawa Timur di Kejuaraan Nasional. Apa pun hasilnya nanti, kalian semua telah menunjukkan semangat pejuang yang membanggakan. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah besar mewujudkan kejayaan Nusantara melalui lahirnya generasi muda bahari Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berprestasi,” katanya.

Pembinaan yang digagas di Longstorage Kwatu menunjukkan bahwa investasi pada olahraga dapat berjalan seiring dengan pembangunan karakter generasi muda, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan potensi kawasan. Model pembinaan seperti ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet nasional sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa maritim. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *