Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan percepatan pencairan TPG bagi guru madrasah di Jakarta. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Kabar gembira bagi guru madrasah. Tunjangan Profesi Guru (TPG) akan mulai dicairkan secara bertahap mulai pekan ini.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyatakan pencairan TPG dilakukan seiring percepatan penerbitan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) bagi guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Upaya ini bertujuan agar hak guru madrasah bisa segera disalurkan.
“Sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, kami terus mempercepat penerbitan SKAKPT agar hak guru madrasah segera diterima,” kata Amien dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
“Bagi yang SKAKPT-nya sudah terbit, proses pencairan tunjangan sudah berjalan secara bertahap mulai pekan ini.”
Berdasarkan data pemrosesan SKAKPT pada 2 dan 4 Maret 2026, dari total 405.438 guru madrasah yang memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG), sebanyak 246.449 SKAKPT telah diterbitkan. Angka ini termasuk 32.081 guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025. Sementara 158.989 guru lainnya masih dalam proses finalisasi administrasi untuk penerbitan SKAKPT tahap berikutnya.
Ditjen Pendidikan Islam merencanakan penerbitan lanjutan SKAKPT tahap ketiga pada 7 Maret dan tahap keempat pada 9 Maret 2026. Dengan jadwal ini, diharapkan proses penerbitan SKAKPT segera rampung sehingga penyaluran TPG semakin cepat.
Menurut Amien, pencairan TPG merupakan bentuk komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan sekaligus apresiasi atas profesionalitas guru madrasah. Kemenag juga terus memperbarui data dan memperkuat sistem digitalisasi administrasi agar penyaluran TPG transparan dan tepat sasaran.
“TPG adalah bentuk penghargaan negara atas dedikasi guru dalam mendidik generasi bangsa. Kami berupaya memastikan penyalurannya cepat, tepat, dan akuntabel,” tegasnya.
“Kami berharap para guru madrasah terus meningkatkan semangat pengabdian dalam mencetak generasi unggul serta memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia,” tandas Amien. (red)







Be First to Comment