Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan keterangan kepada media di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).(Foto:Bakom)
JAKARTA, NP — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah di tengah dinamika situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjelang musim haji tahun ini.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden menginstruksikan agar seluruh persiapan penyelenggaraan haji difokuskan pada upaya memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji.
“Negara bertanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan keselamatan jemaah. Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jemaah haji. Itu yang paling penting,” kata Dahnil, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang dinamis di kawasan Timur Tengah.
Salah satunya terkait jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia yang direncanakan dimulai pada, 22/04/2026 apabila kondisi memungkinkan.
“Petunjuk Presiden, siapkan berbagai skenario. Orientasi utamanya adalah memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan haji nanti bulan April,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Dahnil, juga akan membahas sejumlah skenario tersebut bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Pembahasan mencakup kemungkinan tetap memberangkatkan jemaah sesuai jadwal atau menunda keberangkatan jika situasi dinilai berpotensi membahayakan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan beberapa alternatif langkah, termasuk perubahan rute penerbangan guna menghindari wilayah yang berisiko.
“Ada rute yang berbeda, misalnya melalui jalur selatan atau melalui Afrika yang juga diwacanakan oleh DPR,” katanya.
Skenario lain yang dipertimbangkan adalah kemungkinan penundaan keberangkatan seperti yang pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19 apabila kondisi keamanan tidak memungkinkan.
Menurut Dahnil, pemerintah tidak menjadikan faktor biaya sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.
Presiden, kata dia, secara khusus menekankan bahwa keselamatan jemaah harus ditempatkan di atas segala hal.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memantau perkembangan situasi keamanan internasional serta memastikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. (Red)







Be First to Comment