Press "Enter" to skip to content

Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Dikebut, Korban Tewas Capai 53 Orang

Social Media Share

Basarnas, TNI, dan Polri memantau pembersihan puing musala Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10).(BNPB)

SIDOARJO, NP – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan proses pembersihan puing bangunan musala Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, rampung hari ini, Senin (6/10). Pembersihan ini menandai tahap akhir dari operasi pencarian dan evakuasi korban setelah insiden ambruknya bangunan empat lantai tersebut.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, memimpin langsung proses pembersihan di lokasi. Alat berat seperti breaker excavator dan bucket excavator dikerahkan bergantian untuk menghancurkan dan memindahkan puing. Material bangunan kemudian diangkut menggunakan dump truk.

“Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025).

Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan meninjau pembersihan puing musala Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10).(BNPB).

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, diperkirakan masih terdapat sekitar 10 jenazah yang tertimbun. Angka ini mengacu pada data orang hilang yang dirilis pondok pesantren.

“Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” tambah Budi.

Hingga pukul 14.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 53 orang. Sementara itu, enam orang masih menjalani perawatan medis, dan 97 orang telah selesai menjalani perawatan, termasuk satu orang yang tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dua personel Basarnas bersiap evakuasi korban tertimbun reruntuhan musala Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, Senin (6/10).(BNPB).

Tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan bagian tubuh yang kini dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

BNPB mencatat, insiden ini merupakan bencana dengan jumlah korban meninggal terbanyak di Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025.

“Di sepanjang tahun 2025, ini menjadi bencana dengan korban yang paling besar menurut data BNPB,” pungkas Budi.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *