Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Metropolitan Photios of Demetrias.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Gereja Ortodoks Indonesia dalam rangka dialog dan pendalaman tradisi keagamaan di Jakarta. Pertemuan itu dihadiri Metropolitan Photios of Demetrias, Romo Episkop Daniel Byantoro dari Nikopolis, serta jajaran Gereja Ortodoks Indonesia. Dalam dialog tersebut, pihak Gereja Ortodoks memaparkan sejarah serta praktik ibadah yang menjadi ciri khas Gereja Timur dan masih dijalankan hingga kini.
“Ritual kami awalnya dikompilasi oleh Yacobus, saudara Yesus, pada abad pertama. Pada abad keempat, liturgi itu diperluas sedikit dengan tambahan beberapa doa oleh Yohanes Krisostomus, kemudian ditambah lagi oleh Basilius Agung. Jadi ini adalah liturgi dari abad pertama yang kami lakukan, bukan liturgi modern,” ujar Romo Episkop Daniel Byantoro, dikutip laman resmi Kemenag, Kamis (26/2/2026).
Romo Episkop Daniel Byantoro menambahkan, hingga kini Gereja Ortodoks masih menggunakan bentuk-bentuk liturgi kuno tersebut. “Kami memiliki tiga bentuk liturgi dari zaman kuno. Liturgi Yacobus hanya digunakan saat peringatan namanya, tanggal 27 Oktober. Setiap minggu kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Yohanes Krisostomus, sedangkan pada perayaan besar, kami memakai liturgi Basilius Agung. Inilah liturgi kami sampai sekarang,” ujarnya.
Selain liturgi, Romo Daniel juga memaparkan tradisi puasa menjelang Paskah. “Kami sedang menjalankan puasa 40 hari menyongsong Paskah. Mulai kemarin, kami berpuasa hingga menjelang Paskah,” jelasnya.
Menteri Agama menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh ajaran dan tradisi Gereja Ortodoks. “Jika ada buku, tolong berikan kepada saya, karena kami perlu memahami doktrin Anda. Bagi saya, ini penting karena saya sendiri tertarik mempelajari perbandingan agama. Kami ingin mengetahui ajaran Anda,” katanya.
Dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa jumlah umat Gereja Ortodoks di Indonesia sekitar 2.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah. “Hampir di seluruh Indonesia: di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi,” ujar Romo Daniel, seraya menyebut lokasi ibadah di Jabodetabek, “di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, termasuk Bogor dan Cinere,” pungkasnya.(red)







Be First to Comment