Press "Enter" to skip to content

Jumlah Korban Meninggal Musala Al Khoziny Capai 40 Orang, Pencarian Masuki Hari Ketujuh

Social Media Share

Dengan penuh kehati-hatian, tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam ambulans usai ditemukan di reruntuhan Musala Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Minggu (5/10).(Ist)

SIDOARJO, NP – Hingga Minggu (5/10) pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan 40 jenazah dari reruntuhan bangunan Musala Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pencarian korban masih terus dilakukan meski operasi telah memasuki hari ketujuh sejak kejadian ambruknya bangunan empat lantai tersebut pada Senin (29/9) lalu.

Sebanyak 15 jenazah ditemukan hanya dalam satu hari, menjadikan hari Minggu sebagai hari dengan temuan korban terbanyak selama proses evakuasi berlangsung. Hari-hari sebelumnya, jumlah korban ditemukan secara bertahap: 3 jenazah (Rabu), 2 jenazah (Kamis), 9 jenazah (Jumat), dan 11 jenazah (Sabtu).

“Kinerja tim SAR gabungan menunjukkan hasil signifikan seiring semakin terbukanya akses lokasi,” ujar Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/10/2025).

Selain jenazah utuh, tim juga menemukan empat potongan bagian tubuh manusia. Namun, potongan tubuh tersebut belum bisa dipastikan apakah berasal dari satu atau beberapa individu, dan belum dimasukkan dalam total jumlah korban meninggal dunia. Proses identifikasi masih dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Saat ini, berdasarkan data dari daftar absensi pondok pesantren, masih ada 23 orang yang dinyatakan dalam pencarian. Namun data tersebut masih bersifat sementara karena kemungkinan adanya santri yang tidak tercatat kehadirannya namun belum tentu menjadi korban.

Mesin alat berat seperti eskavator dan pemecah beton terus dikerahkan untuk menyingkirkan puing-puing tebal bangunan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, Pemprov Jatim, Pemkab Sidoarjo, serta relawan tetap bekerja tanpa henti selama 24 jam.

Meskipun masa pencarian tujuh hari telah dilalui, proses evakuasi tetap dilanjutkan hingga dipastikan tidak ada lagi korban atau bagian tubuh yang tertinggal di lokasi kejadian.

“Sejak hari keempat, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan. Fokus kami sejak itu adalah evakuasi jenazah,” kata Abdul Muhari.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *